PALU — Program Beasiswa Berani Cerdas milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mendapat panggung nasional lewat kehadiran Gubernur Anwar Hafid sebagai pembicara kunci di Compass Building Camp (CBC) 2026. Forum yang digelar ETOS ID itu berlangsung daring dan diikuti penerima manfaat baru ETOS ID atau Etoser dari berbagai wilayah Indonesia. ETOS ID sendiri merupakan program beasiswa yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan integritas mahasiswa serta pengembangan SDM strategis daerah.
Kegiatan mengusung tema "Finding Your Direction" dengan semangat "Menapaki Langkah, Menorehkan Kisah". Kehadiran Anwar Hafid dalam forum tersebut membuat kebijakan pendidikan daerah Sulawesi Tengah dipertemukan langsung dengan pengalaman ekosistem beasiswa nasional dalam membina mahasiswa dan mempersiapkan SDM.
Berani Cerdas Diposisikan sebagai Investasi SDM, Bukan Sekadar Bantuan Kuliah
Di Sulawesi Tengah, cara pandang terhadap program beasiswa daerah bergeser. Berani Cerdas tidak semata-mata diposisikan sebagai program untuk membayar biaya kuliah, melainkan bagian dari strategi jangka panjang meningkatkan akses, pemerataan dan kualitas pendidikan.
Pemerintah daerah menempatkan program ini sebagai instrumen investasi sumber daya manusia daerah. Pendekatannya tidak berhenti pada bantuan biaya pendidikan, tetapi diarahkan pada penyiapan generasi yang mampu mengambil peran dalam pembangunan.
Penerima Melonjak dari 23.569 ke Proyeksi 47 Ribu Mahasiswa
Data pemerintah daerah menunjukkan skala program terus membesar. Pada tahap awal pelaksanaan, Berani Cerdas telah menjangkau 23.569 mahasiswa dengan dukungan anggaran lebih dari Rp84 miliar pada 2025.
Memasuki 2026, jumlah penerima diproyeksikan mencapai sekitar 47 ribu mahasiswa. Rinciannya, 22.414 penerima lama dan sekitar 25 ribu penerima baru. Lonjakan itu membuat Berani Cerdas menjadi salah satu program pendidikan yang paling banyak mendapat perhatian di Sulawesi Tengah.
Cakupan Diperluas ke D3, D4, S1 hingga S2 dan S3
Pemerintah daerah tidak hanya memperluas jumlah penerima, tetapi juga memperlebar cakupan dukungan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Untuk 2026, skema pendidikan mencakup jenjang D3, D4 dan S1, sekaligus membuka dukungan untuk S2 dan S3 sesuai ketentuan.
Pemerintah juga menyiapkan beasiswa untuk 100 orang pada jenjang S2, 20 orang S3, 10 orang dokter spesialis serta bantuan penyelesaian studi bagi 300 orang.
Anggaran Pendidikan 2026 Naik Hampir Dua Kali Lipat
Dari sisi anggaran, skala kebijakan tersebut terlihat signifikan. Total anggaran yang mendukung Berani Cerdas dan berbagai intervensi pendidikan lainnya pada 2026 disebut mencapai sekitar Rp355,261 miliar. Angka itu naik dari sekitar Rp178,837 miliar pada 2025.
Khusus Berani Cerdas bagi mahasiswa, anggarannya mencapai sekitar Rp260,406 miliar pada 2026. Kenaikan ini menempatkan pendidikan sebagai salah satu sektor yang mendapat perhatian besar dalam belanja daerah Sulawesi Tengah.
Momentum Nasional untuk Kebijakan Pendidikan Daerah
Masuknya Anwar Hafid sebagai pembicara kunci membuat Program Berani Cerdas Sulteng memperoleh panggung yang lebih luas. Kebijakan pendidikan daerah yang selama ini dijalankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dipertemukan dengan pengalaman ekosistem beasiswa nasional dalam membina mahasiswa dan mengembangkan kapasitas generasi muda.
Bagi Sulawesi Tengah, forum ini memperlihatkan perubahan cara pandang terhadap program beasiswa daerah. Dari sekadar bantuan biaya kuliah menjadi bagian strategi jangka panjang peningkatan akses, pemerataan dan kualitas pendidikan di daerah.