MOROWALI — Persoalan anggaran pendidikan di Kabupaten Morowali kembali memanas. IMA SULTENG-MAKASSAR menilai pemotongan dana hibah untuk MTs Tanjung Harapan bukan sekadar kesalahan administrasi, melainkan bentuk pengabaian hak warga negara atas pendidikan.
Padahal, tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa secara eksplisit tertuang dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945. Kebijakan ini disebut berpotensi menghambat proses belajar mengajar di sekolah tersebut.
Anggaran Hibah Dipotong Tanpa Konfirmasi
Pemotongan dilakukan terhadap anggaran yang telah ditetapkan dalam naskah perjanjian hibah. Sumber dananya berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) yang diperuntukkan bagi proses belajar mengajar.
“Sangat miris ketika pemerintah tidak serius memperhatikan proses belajar mengajar. Padahal jelas di UUD 1945 alinea ke-4 tujuan negara adalah mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegas Afdal, mewakili IMA SULTENG-MAKASSAR, Selasa (8/9/2026).
Afdal menambahkan, tindakan pemerintah daerah ini dilakukan secara semena-mena. Tidak ada konfirmasi kepada pihak sekolah ataupun bentuk transparansi publik lainnya sebelum keputusan pemotongan diambil.
Desakan agar Bupati Morowali Turun Tangan
IMA SULTENG-MAKASSAR meminta Bupati Morowali Iksan Baharudin Abd. Rauf segera membahas ulang perjanjian hibah tersebut. Jalurnya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat agar polemik tidak berlarut-larut.
“Jika hari ini kesejahteraan pendidikan di Kabupaten Morowali belum merata, maka kinerja seluruh pejabat perlu dipertanyakan. Apakah hari ini pemerintah betul-betul bekerja untuk melayani rakyat, atau malah menganggap masyarakat sebagai objek untuk proyek!?” ujar Afdal.
Ancaman bagi Masa Depan Generasi Muda
Organisasi mahasiswa daerah ini menilai kebijakan tersebut mencederai nilai-nilai undang-undang. Keputusan sepihak yang mengabaikan prosedur dinilai mempertaruhkan masa depan generasi muda yang haknya telah dijamin negara.
Tanpa fasilitas belajar yang layak akibat anggaran yang dipangkas, kualitas pendidikan di MTs Tanjung Harapan dikhawatirkan terus menurun. IMA SULTENG mengingatkan bahwa persoalan ini bukan hanya soal angka di atas kertas, tetapi menyangkut keberlangsungan kegiatan belajar siswa di lapangan.