Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid memimpin rapat koordinasi dan evaluasi Asta Cita Presiden RI di Togean, Ampana, dan memutuskan pembentukan satuan tugas untuk memantau pelaksanaan program prioritas pusat di daerah. Satgas ini akan mengevaluasi progres program hingga ke tingkat desa dan kelurahan setiap tiga bulan. Rapat tersebut dihadiri 13 kepala daerah kabupaten/kota dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah se-Sulteng.
AMPANA — Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan bahwa Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI bukan hanya agenda pemerintah pusat, melainkan tugas pokok yang harus dijalankan bersama oleh pemerintah daerah. Pernyataan itu disampaikannya saat memimpin rapat koordinasi dan evaluasi Asta Cita di Togean, Ampana.
Rapat tersebut dihadiri 13 kepala daerah kabupaten/kota dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Provinsi Sulawesi Tengah. Agenda ini disebut sebagai kegiatan rutin Pemprov Sulteng untuk menyinkronkan program pusat dan daerah.
Mengapa Pemerintah Daerah Justru Memikul Tanggung Jawab Terbesar
Anwar menekankan bahwa semakin rendah tingkatan pemerintahan, semakin besar tanggung jawab dalam memastikan program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Berbagai program pemerintah pusat pada prinsipnya menjadi bagian dari tugas pemerintah daerah," kata Anwar Hafid saat memimpin rapat.
Karena itu, ia menilai diperlukan kesamaan persepsi dan langkah agar program-program tersebut berjalan optimal. Koordinasi dan evaluasi tidak cukup hanya di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
"Semakin rendah tingkatan pemerintahan semakin besar tanggung jawab dalam memastikan program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya.
Satgas Asta Cita Akan Pantau Program Prioritas ke Berbagai Daerah
Pemprov Sulawesi Tengah segera membentuk satuan tugas (Satgas) Asta Cita. Satgas ini bertugas melakukan pemantauan ke berbagai daerah untuk mengevaluasi progres pelaksanaan program prioritas Presiden dan Wakil Presiden RI.
"Tim satgas akan melaporkan hasil hasil pemantauan kepada kami untuk selanjutnya ditindaklanjuti dan disampaikan kepada pemerintah pusat," kata Anwar.
Melalui kerja satgas, Pemprov berharap kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota semakin kuat. Pelaksanaan program juga dipastikan berjalan sesuai sasaran dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Evaluasi Tiga Bulan hingga Desa dan Kelurahan
Anwar menginginkan rakor evaluasi Asta Cita tidak berhenti di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Ia meminta evaluasi juga dilaksanakan hingga tingkat desa dan kelurahan.
"Paling tidak di tingkat desa dan kelurahan juga dilaksanakan rakor evaluasi supaya setiap tiga bulan kita bisa melihat progres-nya berjalan," ucapnya.
Beberapa program yang menjadi perhatian dalam evaluasi ini antara lain program MBG, Koperasi Desa Merah Putih, dan Sekolah Rakyat. Anwar menyebut pihaknya ingin implementasi program terukur, terarah, dan manfaatnya semakin luas bagi masyarakat Sulteng.
"Kami ingin implementasi-nya terukur dan terarah, serta memberikan manfaat semakin luas bagi masyarakat Sulteng, seperti program MBG, Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat program lainnya," tutur Anwar.