Basarnas mengerahkan KN SAR Bhisma untuk mencari kapal motor Balama GT 27 yang mengalami mati mesin dan hilang kontak di perairan Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Kapal khusus SAR itu diberangkatkan dari Pelabuhan Luwuk sejak pukul 15.54 Wita, Sabtu, setelah pemilik kapal melaporkan insiden tersebut sekitar pukul 15.36 Wita. Tiga orang yang menumpang kapal itu belum ditemukan.
PALU — Kepala Kantor SAR Palu Muh Rizal menyatakan kapal motor Balama GT 27 berangkat dari Pelabuhan Rakyat Luwuk menuju Kabupaten Taliabu, Provinsi Maluku Utara, pada Sabtu dini hari sekitar pukul 01.00 Wita. Kapal itu membawa tiga orang penumpang.
Pada pukul 12.14 Wita, kapal mengalami masalah teknis. Hingga kini kapal tersebut masih hilang kontak di perairan Banggai.
"Kapal khusus SAR telah diberangkatkan sejak sore tadi sekitar pukul 15.54 Wita dari pelabuhan Luwuk di Banggai," kata Rizal di Palu, Sabtu.
Tiga Orang yang Berada di Kapal Balama GT 27
Adapun tiga orang yang menumpangi kapal motor itu yakni Ismail (nakhoda), Hasan Usman (anak buah kapal), dan La Alami. Diperkirakan waktu tempuh ke titik terakhir kapal sebelum hilang kontak sekitar tiga jam.
Laporan dari pemilik kapal diterima Basarnas sekitar pukul 15.36 Wita. Dari laporan itu, tim SAR langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian.
"Kami menerima laporan dari pemilik kapal sekitar Pukul 15.36 Wita. Dari laporan itu kami langsung mengerahkan tim SAR melakukan pencarian," ujarnya.
Tim Gabungan dan Peralatan yang Dibawa
Tim gabungan yang terlibat dalam pencarian meliputi personel Pos SAR Luwuk dan awak KN SAR Bhisma, petugas Syahbandar Luwuk, pemilik kapal, dan masyarakat setempat.
Tim SAR juga membawa sejumlah peralatan penunjukan operasi berupa alat SAR laut, alat navigasi, alat komunikasi, alat SAR medis, dan peralatan evakuasi. Dilaporkan kondisi cuaca saat ini dalam keadaan baik.
"Kami berharap para penumpang kapal dapat segera ditemukan. Kami juga mengimbau tim SAR gabungan mematuhi standar operasional prosedur (SOP) SAR dan mengedepankan keselamatan," ucap Rizal.