SULAWESI TENGAH — Data RTI menunjukkan IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.549,60 sebelum ambruk ke titik terendah 6.482,36 pada pukul 9.02 WIB. Volume transaksi tercatat 1,43 miliar saham dengan turnover Rp 951,83 miliar dan frekuensi 92.264 kali. Sebanyak 191 saham menguat, 217 melemah, dan 252 stagnan.
Tekanan Sepekan, tapi Masih Hijau secara Bulanan
Secara mingguan, IHSG sudah melemah 2,98%. Namun dalam periode bulanan, indeks masih mencatat kenaikan 1,33%, sementara per tiga bulan naik 10,21%. Angka ini menunjukkan pelemahan pagi ini lebih bersifat reaktif terhadap sentimen politik ketimbang perubahan tren jangka menengah.
Pada perdagangan Senin (14/9), IHSG sempat anjlok lebih dari 2% jelang penutupan sebelum akhirnya memangkas pelemahan dan berbalik menguat. Titik balik itu terjadi setelah Suahasil resmi dilantik sebagai Menkeu menggantikan Purbaya.
Respons Analis: Positif-Terukur, Bukan Euforia
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai respons awal pasar terhadap pergantian Menkeu cenderung positif-terukur. Menurutnya, Suahasil bukan sosok baru bagi pasar karena sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan, sehingga menunjukkan keberlanjutan kebijakan fiskal.
"Terkait pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara, saya melihat respons awal pasar cenderung positif-terukur, bukan euforia," ungkap Nafan kepada detikcom, Senin (14/9).
Nafan menambahkan, pelaku pasar akan mencermati dampak pergantian ini terhadap kepastian dan kredibilitas kebijakan fiskal. Cakupannya meliputi pengelolaan APBN, defisit, penerimaan negara, belanja pemerintah, serta koordinasi fiskal-moneter.
"Menurut saya, penguatan IHSG menjelang penutupan tidak bisa semata-mata diatribusikan kepada pergantian Menkeu, karena sentimen geopolitik dan harga minyak masih menjadi dominant market driver. Tetapi, munculnya katalis domestik berupa pergantian Menkeu dapat memberikan counterbalance terhadap sentimen negatif global," jelasnya.
Suahasil Dianggap Jaga Kesinambungan Fiskal
Pengamat Pasar Modal Elandry Pratama menilai reshuffle menjadi sentimen positif bagi IHSG. Menurutnya, Suahasil menjadi unsur keberlanjutan bagi pengelolaan fiskal sehingga risiko perubahan kebijakan yang terlalu drastis relatif lebih terbatas.
Ia menilai koreksi lebih dari 2,5% sebelum berbalik menguat menunjukkan risk appetite investor pulih cukup cepat setelah ketidakpastian politik mereda. Penguatan tersebut menjadi sinyal awal bahwa pasar merespons positif ekspektasi transisi kebijakan yang berjalan relatif mulus.
"Menurut saya rebound IHSG menjelang penutupan menunjukkan market sentiment mulai merespons positif kepastian reshuffle, terutama setelah Suahasil Nazara resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya," jelas Elandry.
Yang Dicermati Investor Sesi Berikutnya
Pelaku pasar akan memantau apakah IHSG mampu bertahan di atas level 6.500 sepanjang sesi hari ini. Selain sentimen domestik, arah harga minyak dan perkembangan geopolitik masih menjadi variabel yang bisa menggerakkan indeks.
Bagi investor, pergantian Menkeu di tengah tahun anggaran berjalan menambah lapisan ketidakpastian jangka pendek. Namun rekam jejak Suahasil di Kemenkeu menjadi alasan sebagian analis melihat risiko perubahan kebijakan fiskal secara drastis tetap terbatas. Investasi mengandung risiko.