Pencarian

Polda Sulteng Kerahkan 914 Personel Awasi Karhutla Selama 65 Hari Mulai 28 Oktober 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 • 11:46:01 WIB
Polda Sulteng Kerahkan 914 Personel Awasi Karhutla Selama 65 Hari Mulai 28 Oktober 2026
Personel Polda Sulteng mengikuti apel kesiapan Operasi Aman Tinombala 2026 di Palu.

PALU — Operasi Aman Tinombala 2026 menempatkan pencegahan sebagai lini terdepan. Patroli, sosialisasi, dan deteksi dini titik api menjadi tiga instrumen utama yang dijalankan satgas di lapangan.

Kapolda menegaskan penanggulangan karhutla tidak bisa berdiri sendiri. Tindakan cepat dan koordinasi lintas instansi disiapkan untuk merespons titik api yang muncul di wilayah rawan.

Pemulihan Lingkungan Masuk Sasaran Operasi

Selain pencegahan dan penanggulangan, operasi menyertakan aspek pemulihan lingkungan. Langkah ini ditujukan mencegah kebakaran berulang di lahan yang sebelumnya terbakar.

Latihan praoperasi dihadiri Wakapolda Sulteng Brigjen Pol Semmy Ronny Thabaa, para pejabat utama Polda Sulteng, serta personel yang terlibat. Kesiapan sarana, prasarana, alat komunikasi, hingga petugas kesehatan di lapangan menjadi perhatian dalam pembekalan tersebut.

Personel Diminta Atur Pergantian Tugas dan Pakai Masker

Risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap menjadi pertimbangan dalam pengaturan personel. Kapolda meminta jajaran mengatur pergantian tugas dan menggunakan masker yang sesuai.

Bhabinkamtibmas diinstruksikan mengintensifkan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Seluruh personel juga wajib mematuhi standar operasional prosedur, melaksanakan apel konsolidasi, dan berada di bawah pengawasan langsung pimpinan masing-masing.

Kapolda menekankan penindakan tegas terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan sesuai ketentuan hukum.

"Saya memerintahkan jajaran untuk menindak tegas pelaku pembakaran hutan dan lahan sesuai ketentuan hukum. Sebab, karhutla berdampak pada lingkungan, kesehatan masyarakat, dan dapat memicu kabut asap lintas batas hingga tingkat internasional," tegas Rizal.

Kabut Asap Bisa Ganggu Kegiatan Belajar Mengajar

Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Achmad Muhaimin mengingatkan dampak karhutla tidak berhenti pada gangguan kesehatan. Kabut asap berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Menurutnya, kondisi tersebut bahkan dapat mendorong pemerintah daerah mengambil kebijakan meliburkan kegiatan belajar mengajar. Karena itu, ia mengimbau masyarakat tidak membakar hutan dan lahan dengan alasan apa pun.

"Dampak kabut asap tidak hanya mengganggu kesehatan, tetapi juga aktivitas masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. Kondisi tersebut bahkan dapat mendorong pemerintah daerah mengambil kebijakan meliburkan kegiatan belajar mengajar, sehingga merugikan banyak pihak. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar hutan dan lahan dengan alasan apa pun," tegas Muhaimin.

Pencegahan karhutla, lanjutnya, membutuhkan kepedulian dan kerja sama seluruh elemen masyarakat. Warga diminta segera melapor kepada petugas apabila menemukan titik api agar dapat ditangani secepat mungkin.

"Jangan sampai kelalaian kita merugikan orang banyak. Mari bersama menjaga lingkungan, mencegah karhutla, dan melindungi kesehatan serta aktivitas masyarakat," tutupnya.

Follow sultengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mercusuar.web.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks