TOJO UNA-UNA — Asesmen Eradikasi Frambusia digelar daring bersama Kementerian Kesehatan RI dan dihadiri Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana (PP dan KB) dr. Niko, S.Ked., M.K.M., M.M., bersama para kepala bidang pencegahan dan pengendalian penyakit serta kesehatan lingkungan, para kepala puskesmas, dan tenaga kesehatan.
Dalam sambutannya, Surya menyebut pembangunan kesehatan sebagai pilar penting peningkatan kualitas sumber daya manusia. Masyarakat yang sehat, menurutnya, punya kesempatan lebih besar untuk belajar, bekerja, berkarya, dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah.
Frambusia dan Kaitan dengan Visi Pembangunan Daerah
Surya menjelaskan visi Kabupaten Tojo Una-Una mewujudkan masyarakat religius, maju, adil, dan sejahtera tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur. Visi itu juga mencakup peningkatan derajat kesehatan, perlindungan masyarakat, serta pemerataan akses pelayanan dasar.
Frambusia, kata dia, merupakan penyakit tropis terabaikan yang menuntut perhatian serius. Penanganannya berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat, kondisi lingkungan, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, serta akses terhadap pelayanan kesehatan.
Langkah yang Didorong Pemkab: dari Surveilans hingga Edukasi Warga
Pemerintah daerah mendorong penguatan program pencegahan dan pengendalian penyakit lewat sejumlah cara. Surya merinci langkah tersebut mulai dari peningkatan surveilans, penemuan dan penanganan kasus secara tepat, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, edukasi kepada masyarakat, hingga penguatan koordinasi lintas sektor.
"Pemerintah daerah terus mendorong penguatan program pencegahan dan pengendalian penyakit melalui peningkatan surveilans, penemuan dan penanganan kasus secara tepat, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, edukasi kepada masyarakat, serta penguatan koordinasi lintas sektor," tegasnya.
Apa yang Dinilai dalam Asesmen Kemenkes
Asesmen bersama Kementerian Kesehatan RI menjadi momentum bagi Pemkab Tojo Una-Una untuk mengevaluasi kesiapan daerah sekaligus meninjau pelaksanaan program eradikasi frambusia. Penilaian mencakup data dan dokumen pendukung, pelaksanaan program, serta pemenuhan persyaratan dan indikator yang telah ditetapkan.
"Melalui asesmen tersebut, dilakukan penilaian terhadap data dan dokumen pendukung, pelaksanaan program, serta pemenuhan persyaratan dan indikator yang telah ditetapkan. Evaluasi ini diharapkan dapat mengidentifikasi aspek-aspek yang masih perlu diperkuat guna mendukung pencapaian target eradikasi frambusia," ujarnya.
Dari evaluasi itu, Pemkab berharap bisa memetakan aspek yang masih perlu diperkuat demi mencapai target eradikasi frambusia.
Peran Puskesmas dan Tenaga Kesehatan di Lapangan
Surya menekankan keterlibatan jajaran Dinas Kesehatan, puskesmas, tenaga kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan sebagai bagian penting penguatan upaya pencegahan, deteksi dini, penanganan, dan pemantauan penyakit tersebut.
"Oleh karena itu, keterlibatan jajaran Dinas Kesehatan, puskesmas, tenaga kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pencegahan, deteksi dini, penanganan, dan pemantauan penyakit tersebut," tambahnya.
Pemkab Tojo Una-Una menyatakan komitmen mendukung program kesehatan nasional melalui peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan penguatan kolaborasi lintas sektor.
"Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una berkomitmen mendukung program kesehatan nasional melalui peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan penguatan kolaborasi lintas sektor. Upaya ini diharapkan dapat mendukung keberhasilan program eradikasi frambusia sekaligus mewujudkan masyarakat Tojo Una-Una yang sehat dan sejahtera," pungkasnya.