Bupati Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Erwin Burase mengeluarkan Surat Edaran (SE) berisi imbauan penguatan antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan akibat fenomena El Nino. Seluruh jajaran dari dinas, camat, hingga kepala desa diminta masif melakukan edukasi pencegahan ke masyarakat di tengah dinamika suhu panas yang terus meningkat.
PARIGI — Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, memerintahkan jajaran aparat hingga tingkat desa untuk memperkuat langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang dipicu fenomena perubahan iklim El Nino. Perintah tersebut dikuatkan melalui Surat Edaran (SE) Bupati Parigi Moutong yang ditujukan ke seluruh pemangku kepentingan di wilayah itu.
"Mulai dari dinas hingga tingkat camat dan kepala desa harus masif memberikan edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat sebagai bentuk pencegahan terhadap ancaman karhutla," kata Bupati Parigi Moutong Erwin Burase di Parigi, Sabtu.
Langkah ini diambil menyusul adanya laporan kasus karhutla dan kekeringan di kabupaten tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Suhu panas yang terus berdinamika disebut menjadi pemicu utama meningkatnya risiko bencana, sehingga koordinasi lintas sektor dinilai krusial untuk diperkuat.
Peran Tokoh Masyarakat dan FPRB Diminta Aktif
Dalam edaran tersebut, bupati tidak hanya mengandalkan aparat struktural. Para tokoh di masing-masing wilayah serta Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) diminta mengambil peran nyata dalam mencegah risiko dampak El Nino.
"Kami juga butuh peran para tokoh di wilayah masing-masing, termasuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) mengambil peran dalam mencegah risiko dalam El Nino," ujarnya.
Larangan Membakar Lahan dan Buang Puntung Rokok Sembarangan
Erwin menegaskan larangan tegas bagi warga yang hendak membuka lahan untuk kepentingan berkebun dengan cara dibakar. Metode tersebut dinilai sangat berisiko memicu kebakaran yang meluas ke area lain.
Masyarakat juga diminta mengontrol aktivitas pembuangan sampah yang berpotensi menimbulkan percikan api, termasuk tidak membuang puntung rokok sembarangan di areal hutan dan lahan. Rutin membersihkan lahan dengan cara aman menjadi langkah preventif lain yang disarankan agar terbebas dari bahan pemicu api.
"Termasuk berperan aktif menjaga lingkungan demi mencegah terjadinya karhutla, karena ada sanksi tegas pemerintah bagi pelaku pembakaran hutan," tutur Erwin.
Warga Diminta Siapkan Cadangan Air Hadapi Kemarau Panjang
Menghadapi ancaman kemarau panjang, bupati meminta masyarakat menyiapkan cadangan air untuk kebutuhan dasar. Imbauan ini mengacu pada laporan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Erwin menggarisbawahi komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan dasar dalam kondisi apapun, termasuk situasi darurat. Ia juga mengingatkan warga agar tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Masyarakat tidak perlu panik karena pemerintah berkomitmen memberikan pelayanan dasar dalam kondisi apapun, termasuk dalam situasi darurat. Kami meminta masyarakat jangan mudah percaya dengan informasi yang kebenarannya tidak bisa dipertanggungjawabkan," pungkasnya.