JAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) menggenjot transformasi pendidikan Islam lewat lima program prioritas yang menyentuh infrastruktur hingga kurikulum. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut investasi terbesar bangsa saat ini adalah membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter.
"Investasi terbesar bangsa adalah membangun sumber daya manusia," ujar Nasaruddin Umar dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin.
556 Madrasah Direvitalisasi, 34 PTKN Baru Dibangun
Di sektor infrastruktur, Kemenag mencatat telah merevitalisasi 556 madrasah dan sekolah keagamaan. Selain itu, pembangunan fisik juga mencakup 352 madrasah baru dan 34 Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) yang tersebar di berbagai daerah.
Langkah ini diambil untuk memastikan sarana belajar tidak lagi menjadi penghambat peningkatan mutu pendidikan. Pemerintah menargetkan pemerataan fasilitas pendidikan hingga ke daerah terpencil.
Digitalisasi Pembelajaran: 2.180 Papan Interaktif untuk 551 Madrasah
Transformasi digital menjadi fokus kedua. Kemenag telah mendistribusikan 2.180 Papan Interaktif Digital (PID) kepada 551 madrasah di seluruh Indonesia.
Pengadaan perangkat ini diharapkan mampu mengubah metode mengajar dari konvensional menjadi berbasis teknologi. Guru dan siswa kini dapat mengakses materi pembelajaran secara lebih interaktif dan kekinian.
Apa Itu Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)?
Selain infrastruktur, Kemenag memperkenalkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai pendekatan baru dalam pembelajaran. Kurikulum ini menanamkan nilai kasih sayang, toleransi, kepedulian sosial, dan penghormatan terhadap keberagaman.
Menurut Nasaruddin, pendidikan tidak hanya mengejar kecerdasan intelektual, tetapi juga akhlak mulia. "Pendidikan harus membentuk manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan mampu hidup berdampingan dalam masyarakat yang majemuk," tegasnya.
Ekoteologi: Menanam Sejuta Pohon hingga Pelestarian Terumbu Karang
Program keempat adalah pengarusutamaan Ekoteologi, yang mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Aksi nyata yang telah dijalankan meliputi gerakan penanaman sejuta pohon, pelestarian mangrove dan terumbu karang, serta pemanfaatan eco-enzyme.
"Melalui Program Ekoteologi berbagai aksi pelestarian lingkungan juga terus digerakkan sebagai wujud pengamalan nilai-nilai agama," ujar Menag Nasaruddin Umar.
Menuju Indonesia Emas 2045
Seluruh program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Kemenag dalam menyiapkan generasi unggul menyongsong Indonesia Emas 2045. Targetnya, lulusan madrasah tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga toleran dan memiliki kepedulian lingkungan.
Dengan kombinasi infrastruktur modern, digitalisasi, dan penguatan karakter, Kemenag optimistis madrasah mampu bersaing di era global tanpa kehilangan identitas keislamannya.