PALU — Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menilai kantor baru Kadin Sulawesi Tengah di Palu sangat representatif untuk menunjang berbagai aktivitas organisasi. Fasilitas itu diresmikan melalui pengguntingan pita bersama mantan Gubernur Sulteng Rusdy Mastura dan Ketua Kadin Sulteng Gufran Ahmad.
Anindya datang ke Palu dengan sejumlah pengurus pusat. Ia didampingi Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Hukum dan HAM serta Sarana/Prasarana Azis Syamsuddin, Wakil Ketua Umum Bidang Konstruksi dan Infrastruktur Erwin Aksa, serta Ketua Kadin Sulteng Gufran Ahmad.
Fasilitas Baru untuk Rapat, Koordinasi, hingga Training
Menurut Anindya, kantor tersebut tidak hanya dipakai untuk pertemuan internal. Ia menyebut fasilitas itu bakal menampung koordinasi dengan pemerintah, asosiasi, himpunan, dan perusahaan.
"Pelantikan ini mengukuhkan sekali untuk melakukan bukan hanya rapat-rapat, koordinasi dengan pemerintah, asosiasi, himpunan, perusahaan, tapi juga untuk training," ujar Anindya dalam sambutannya.
Ia menambahkan, keberadaan fasilitas baru ini turut menjadi motor penggerak kemandirian finansial organisasi melalui berbagai program produktif. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia disebut menjadi salah satu fokus pemanfaatan kantor tersebut.
Ekonomi Sulteng Dinilai Konsisten di Atas Rata-Rata Nasional
Dalam kesempatan yang sama, Anindya menyoroti capaian perekonomian Sulawesi Tengah yang konsisten berada di atas angka rata-rata nasional selama satu dekade terakhir. Ketangguhan ekonomi regional itu ditopang sektor pertambangan yang masif.
Komoditas unggulan daerah seperti durian, kelapa, hingga cokelat juga disebutnya kini menjadi portofolio ekspor menjanjikan. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi nasional berpangkal dari daerah-daerah.
"Pertumbuhan ekonomi nasional itu datangnya dari daerah-daerah. Kalau daerah maju, nasionalnya secara agregat akan baik. Dan timur ini selalu menjadi motor, di mana Sulawesi Tengah adalah pusat daripada Sulawesi," tegasnya.
Sinergi Pusat-Daerah untuk Jaring Investasi dan Ekspor
Anindya optimistis sinergi antara Kadin pusat dan daerah semakin solid. Ia menyebut misi strategis bersama pemerintah mencakup penjaringan investasi, pendongkrakan volume perdagangan, serta pengoptimalan komoditas ekspor unggulan selain mineral kritis.
Kepengurusan baru Kadin Sulteng diminta menjadi dirigen atau barometer kesuksesan ekonomi daerah. Kemitraan harmonis dengan jajaran pemerintah daerah dinilai menjadi kunci.
Ia menekankan pentingnya pemerataan ekonomi agar kemajuan daerah turut merangkul pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal agar bisa naik kelas.
"Tinggal kita manfaatkan momentum ekonominya. Kita pastikan bahwa kita ini bisa mendorong pemerataan juga, mengajak banyaknya UMKM untuk naik kelas, jadi bukan hanya maju tapi maju bersama," pungkas Anindya.