SULAWESI TENGAH — IHSG gagal mempertahankan momentum penguatan awal sesi. Setelah menyentuh level tertinggi 5.942,77 pada sesi preopening, indeks langsung tertekan dan bergerak di kisaran 5.855,99 hingga 5.942,77. Volume transaksi tercatat 3,20 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 1,96 triliun dan frekuensi 310.800 kali.
Sektor Transportasi Pimpin Pelemahan, Saham ESSA dan PGAS Terkoreksi Dalam
Dari sebelas sektor, enam sektor berada di zona merah pada perdagangan pagi. Sektor transportasi menjadi yang terlemah dengan koreksi 0,81 persen. Disusul sektor barang konsumen nonprimer yang turun 0,30 persen dan sektor infrastruktur yang melemah 0,20 persen.
Di kelompok saham unggulan LQ45, ESSA Industries Indonesia (ESSA) memimpin penurunan dengan koreksi 5,45 persen. Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun 4,61 persen, dan AKR Corporindo (AKRA) melemah 3,54 persen. Sebaliknya, Aneka Tambang (ANTM) dan Merdeka Copper Gold (MDKA) sempat menjadi top gainers dengan kenaikan masing-masing 1,86 persen, diikuti Medco Energi Internasional (MEDC) yang menguat 1,42 persen.
Lima Sektor Masih Bertahan di Zona Hijau
Meski tekanan jual mendominasi, beberapa sektor masih mampu mencatat penguatan. Sektor energi menjadi yang terkuat dengan kenaikan 0,34 persen, didorong oleh kenaikan harga komoditas global. Sektor keuangan menguat 0,30 persen, sementara sektor kesehatan naik tipis 0,06 persen.
Bursa Asia Terbelah, Hang Seng Menguat di Tengah Tekanan IHSG
Pelemahan IHSG terjadi di tengah pergerakan bursa Asia yang tidak seragam. Indeks Hang Seng Hong Kong menjadi salah satu yang menguat, naik 149,30 poin atau 0,66 persen ke level 22.821,16. Sebaliknya, Nikkei 225 Jepang turun 388,50 poin atau 0,56 persen ke posisi 68.972,40. Shanghai Composite China melemah 10,50 poin atau 0,26 persen menjadi 4.016,77, dan Straits Times Singapura turun 7,58 poin atau 0,15 persen ke level 5.184,15.
Apa yang Terjadi Selanjutnya?
Dengan dominasi tekanan jual di sesi pertama, investor akan mencermati pergerakan IHSG pada sesi kedua untuk melihat apakah indeks mampu kembali ke zona hijau. Level support terdekat berada di kisaran 5.855, sementara resistance di level 5.942. Faktor eksternal seperti pergerakan bursa Asia dan perkembangan harga komoditas energi menjadi sentimen utama yang perlu diwaspadai.