SULAWESI TENGAH — Penangkapan berawal dari laporan warga tentang peredaran vape narkoba yang melibatkan seorang DJ. Kasatresnarkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan tersangka beserta barang bukti satu unit vape merek Batman.
"Tersangka ini berprofesi sebagai DJ, termasuk DJ ternama karena kerap tampil di beberapa tempat hiburan malam seperti CDI, The Red, Lions, dan Galaxy," ujar Rafli dalam keterangannya, Kamis (27/8/2026).
Keuntungan Rp250 Ribu per Transaksi dan Pemasok Masih Buron
Dari hasil pemeriksaan awal, vape tersebut didapatkan Miss D dari seorang pemasok berinisial AL dengan harga Rp1.850.000. Polisi menduga tersangka meraup keuntungan sekitar Rp250 ribu untuk setiap unit yang berhasil dijual.
Saat ini AL telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Penyidik masih memburu pemasok tersebut untuk mengungkap rantai distribusi yang lebih luas di Kota Medan.
Mengaku Pengguna Aktif Selama Tujuh Bulan
Dalam pemeriksaan sementara, Miss D mengaku baru pertama kali terlibat dalam peredaran narkoba. Namun, ia menyatakan telah mengonsumsi Pod Getar selama kurang lebih tujuh bulan terakhir.
Keterangan itu masih terus didalami. Polisi menduga ada pihak lain yang turut bermain dalam distribusi vape narkoba, khususnya yang menyasar kalangan pekerja hiburan malam.
Polisi Ingatkan Publik Figur: Hukum Tidak Pandang Panggung
Rafli menegaskan bahwa pengembangan kasus ini akan terus dilakukan hingga ke akar jaringan. Ia juga mengingatkan para publik figur dan pelaku industri hiburan agar tidak terlibat dalam praktik serupa.
"Kami masih mengembangkan kasus ini dan memastikan tidak ada ruang bagi pelaku narkoba di Kota Medan, termasuk yang beroperasi di tempat hiburan malam. Kami mengingatkan seluruh publik figur maupun DJ lainnya bahwa panggung boleh gemerlap, tetapi hukum tetap berlaku bagi siapa saja yang terlibat narkoba," tegasnya.
Tersangka kini ditahan di Polrestabes Medan untuk menjalani proses hukum. Polisi menjeratnya dengan Undang-Undang Narkotika, sementara penelusuran jalur pemasok dan kemungkinan tersangka lain masih berjalan.