Pencarian

Dubes Jerman Ralf Beste Kunjungi Palu, Jajaki Investasi Nikel dan Hilirisasi di Sulawesi Tengah

Kamis, 27 Agustus 2026 • 01:38:01 WIB
Dubes Jerman Ralf Beste Kunjungi Palu, Jajaki Investasi Nikel dan Hilirisasi di Sulawesi Tengah
Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, bertemu dengan jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di Palu untuk membahas peluang investasi nikel dan hilirisasi, Rabu.

Kedutaan Besar Jerman untuk Indonesia membidik peluang investasi di sektor sumber daya mineral Sulawesi Tengah, menyusul kunjungan Duta Besar Ralf Beste ke Palu, Rabu. Wilayah ini dikenal memiliki cadangan nikel terbesar di Indonesia, terutama di Morowali dan Morowali Utara, yang menjadi perhatian perusahaan-perusahaan Jerman.

PALU — Kunjungan Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, ke Sulawesi Tengah menjadi sinyal baru bagi masuknya investasi asing di sektor pertambangan dan hilirisasi mineral. Dalam pertemuan dengan jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Beste menyatakan kesiapan negaranya untuk memfasilitasi pertemuan antara pelaku usaha Jerman dengan mitra lokal di Bumi Tadulako.

“Kerja sama tidak hanya mencakup pertanian dan perkebunan, tetapi juga sektor mineral. Kami siap membantu mencocokkan peluang bisnis yang ada di Sulawesi Tengah dengan perusahaan-perusahaan Jerman yang memiliki ketertarikan untuk berinvestasi,” kata Ralf Beste di Palu, Rabu.

Morowali Jadi Titik Tumpu Cadangan Nikel

Sulawesi Tengah selama ini dikenal sebagai salah satu pemilik cadangan nikel terbesar di Indonesia. Konsentrasi cadangan tersebut tersebar di Kabupaten Morowali, Morowali Utara, Banggai, dan sekitarnya. Keberadaan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) serta kawasan industri di Morowali Utara menjadi bukti nyata komitmen daerah ini dalam hilirisasi nikel.

Beste menegaskan komitmen Jerman untuk terus memperkuat hubungan ekonomi dengan Indonesia yang telah berjalan sekitar 70 tahun. Ia menilai Sulteng memiliki potensi besar yang bisa dikembangkan melalui kolaborasi, khususnya di sektor pertanian, perkebunan, serta pengelolaan sumber daya alam.

Pemprov Sulteng Sambut Baik Peluang Kerja Sama

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, menyebut kunjungan Dubes Jerman sebagai momentum penting untuk memperkuat hubungan kedua negara. Menurutnya, kerja sama yang ditawarkan Jerman dapat mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan yang berbasis pada pengelolaan sumber daya alam Sulteng.

Pemerintah provinsi menilai pendekatan Jerman tidak hanya berfokus pada eksploitasi sumber daya, tetapi juga pada tata kelola yang berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan daerah yang tengah mendorong hilirisasi agar nilai tambah mineral dinikmati di dalam negeri.

Dengan adanya jembatan yang difasilitasi Kedubes Jerman, pelaku usaha lokal di Sulteng diharapkan bisa membuka akses ke pasar Eropa sekaligus mendapatkan transfer teknologi pengolahan mineral yang lebih ramah lingkungan.

Follow sultengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks