PALU — Program pendidikan profesi satu tahun Widyaloka Palu melepas 133 peserta didik pada graduation ceremony Angkatan 2025/2026. Acara berlangsung di Hotel Grand Sya, Sabtu (19/9/2026), dihadiri sejumlah pejabat pemprov dan mitra industri.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Sulawesi Tengah Rudi Dewanto mewakili Gubernur dalam acara tersebut. Menurutnya, kualitas lulusan Widyaloka terlihat dari alumni yang langsung direkrut di perusahaan tempat mereka menjalani kerja praktik maupun simulasi industri.
Perusahaan Langsung Rekrut Lulusan Tanpa Menunggu Lama
Rudi menilai keputusan perusahaan merekrut lulusan bukan hal yang mudah terjadi. Baginya, itu menjadi indikator langsung kualitas pendidikan yang diterima peserta didik.
"Tidak gampang suatu perusahaan langsung merekrut kalian. Ini adalah bukti kualitas lulusan Widyaloka," ucapnya saat memberi sambutan.
Pola pendidikan yang memadukan teori, praktik, dan simulasi industri disebut Rudi sebagai keunggulan utama Lembaga Widyaloka Palu. Kombinasi itu yang membuat program profesi satu tahun ini banyak diminati masyarakat.
"Ini lah mengapa program pendidikan profesi satu tahun Widyaloka Palu banyak diminati masyarakat," sambungnya.
Portal SIPEKERJA dan Program BERANI Cerdas Kuliah untuk Lulusan
Pemprov Sulawesi Tengah menyiapkan dua jalur bagi lulusan pendidikan profesi. Bagi yang ingin bekerja, tersedia portal SIPEKERJA untuk mengakses informasi lowongan kerja.
Lulusan yang memilih melanjutkan kuliah bisa memanfaatkan program BERANI Cerdas Kuliah. Program itu memberi fasilitas pembiayaan UKT gratis bagi mahasiswa ber-KTP Sulawesi Tengah, di mana pun mereka menempuh pendidikan.
Rudi berharap para lulusan bisa berkontribusi bagi pembangunan daerah. "Semoga adik-adik bisa memberi warna bagi pembangunan Sulawesi Tengah," pungkasnya.
Widyaloka Integrasikan AI hingga Buka Program Bahasa Mandarin
Direktur Widyaloka Palu Nirwan Hudri menegaskan komitmen lembaganya menjadi salah satu pendidikan profesi terbaik di Indonesia Timur, khususnya Sulawesi Tengah. Program pendidikan terus disesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan industri.
Salah satu penyesuaian yang dilakukan adalah mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan atau AI ke dalam sejumlah mata kuliah. Langkah itu disebut sebagai respons terhadap perubahan kebutuhan pasar kerja.
Widyaloka juga baru membuka program pendidikan multiprofesi plus Bahasa Mandarin. Program ini menjawab tingginya permintaan perusahaan di Kawasan Industri Morowali terhadap karyawan yang menguasai kemampuan teknis sekaligus mampu berkomunikasi dalam Bahasa Mandarin.
"Sejak awal berdiri Widyaloka bertujuan melahirkan tenaga kerja multiskill di berbagai bidang kerja yang ditunjang kemampuan teknologi yang tinggi," terang Nirwan.
Manager Widyaloka Palu Erlinda Amir melaporkan, graduation ceremony kali ini diikuti 133 peserta didik. Angka itu menjadi rekor tersendiri bagi lembaga yang berbasis di Palu tersebut.