SULAWESI TENGAH — Rentokil Initial Indonesia resmi memakai motor listrik Polytron Fox-R untuk kendaraan operasional perusahaan. Kerja sama ini diumumkan dalam rangkaian Polytron Fest 51st Anniversary di Parkir Selatan Gelora Bung Karno, Jakarta, yang berlangsung 19–20 September 2026. Langkah tersebut menandai masuknya Fox-R ke segmen kendaraan niaga, bukan hanya konsumen individu.
Perayaan ulang tahun ke-51 Polytron memang tidak hanya diisi kampanye dan kolaborasi musik. Ada pula pengumuman kemitraan bisnis yang memperlihatkan arah penggunaan produk perusahaan di sektor usaha.
Rentokil Pilih Fox-R untuk Mobilitas Harian
Polytron Fox-R ditetapkan sebagai kendaraan operasional Rentokil Initial Indonesia. Motor listrik ini dipakai untuk menunjang pergerakan tim di lapangan sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan beralih ke kendaraan yang lebih ramah lingkungan.
Kendaraan operasional memiliki intensitas perjalanan yang tinggi. Karena itu, motor listrik dinilai bisa menjadi alternatif untuk aktivitas harian yang menuntut mobilitas di banyak lokasi berbeda.
Kendaraan Listrik Tak Lagi Hanya untuk Konsumen Pribadi
Kerja sama Polytron dan Rentokil Initial menunjukkan bahwa pemanfaatan kendaraan listrik tidak terbatas pada konsumen individu. Perusahaan bisa memakai motor listrik untuk kebutuhan operasional, terutama aktivitas yang mengharuskan perpindahan antar lokasi.
Bagi Polytron, kendaraan listrik sudah menjadi bagian dari perkembangan lini produknya dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan juga memperluas portofolio ke berbagai kategori teknologi, mulai dari perangkat rumah tangga hingga laptop dan monitor.
Bagian dari Rangkaian Polytron Fest 51st Anniversary
Kemitraan dengan Rentokil Initial masuk dalam rangkaian Polytron Fest 51st Anniversary yang digelar 19–20 September 2026. Lewat perayaan ini, Polytron memperlihatkan bagaimana produk dan teknologi yang dikembangkan mulai dipakai untuk kebutuhan masyarakat maupun dunia usaha.
Penggunaan Fox-R oleh Rentokil Initial menjadi contoh konkret pemanfaatan kendaraan listrik Polytron di sektor bisnis. Langkah ini sekaligus mempertegas posisi motor listrik sebagai bagian dari operasional perusahaan, bukan sekadar produk konsumen.