SIGI — Kabid Bencana BPBD Sigi Ahmad Yani menyebut hujan dengan intensitas lebat telah melaporkan turun di sejumlah titik di Kecamatan Kulawi, Kulawi Selatan, dan Pipikoro. Kondisi ini menjadi penanda awal meredanya tekanan kekeringan yang selama beberapa bulan terakhir melanda wilayah pegunungan tersebut.
"Alhamdulillah, memang beberapa lokasi sudah melaporkan terjadinya hujan seperti di Kecamatan Kulawi, Kulawi Selatan, dan Pipikoro, bahkan ada hujan dengan intensitas lebat," kata Ahmad Yani di Dolo, Selasa.
Dua Kecamatan Lain Juga Mulai Diguyur Hujan
Selain tiga kecamatan tersebut, wilayah Nokilalaki dan Palolo juga mulai merasakan hujan meski dengan intensitas kecil hingga sedang. Ahmad Yani menegaskan, dari kelima kecamatan ini, tidak ada satu pun laporan kejadian kebakaran lahan yang masuk ke BPBD.
"Untuk wilayah yang sudah mulai hujan ini tidak ada laporan kejadian karhutla. Harapannya tidak ada kejadian kebakaran lahan di Kulawi, Kulawi Selatan, dan Pipikoro," ucapnya.
Delapan Kecamatan Masih Terpapar Panas Ekstrem
Situasi berbeda terjadi di delapan kecamatan lainnya. Wilayah Gumbasa, Tanambulava, Dolo Selatan, Dolo Barat, Marawola, Sigi Kota, Sigi Biromaru, serta Kinovaro masih terpapar panas ekstrem akibat puncak El Nino.
Menurut Ahmad Yani, berkurangnya vegetasi menjadi penyebab utama wilayah-wilayah ini lebih cepat mengalami kekeringan saat terpapar panas. "Salah satu penyebabnya karena vegetasi di wilayah tersebut sudah mulai berkurang, sehingga begitu terpapar panas jadi lebih mudah untuk mengalami kekeringan," jelasnya.
Lima Kecamatan Catatkan Kejadian Karhutla Selama Agustus
BPBD Sigi mencatat selama Agustus ini terdapat lima kecamatan yang melaporkan kejadian karhutla, yakni Marawola, Gumbasa, Sigi Kota, Dolo Barat, dan Dolo Selatan. Data ini menunjukkan pola sebaran karhutla yang terkonsentrasi di wilayah dataran rendah dibandingkan kawasan pegunungan.
Meski potensi di Kulawi, Kulawi Selatan, dan Pipikoro mulai menurun, BPBD tetap mengimbau warga untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah meluasnya titik api di tengah kondisi cuaca yang masih tidak menentu.