Pencarian

Juli 2026, Indonesia Terima 1,53 Juta Kunjungan Wisman

Jumat, 11 September 2026 • 19:17:01 WIB
Juli 2026, Indonesia Terima 1,53 Juta Kunjungan Wisman
Wisatawan mancanegara tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

SULAWESI TENGAH — Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dilansir laman resmi bps.go.id menunjukkan tren pertumbuhan berlanjut sepanjang paruh pertama 2026. Secara kumulatif Januari–Juli 2026, total kunjungan wisman menembus 8,98 juta kunjungan.

Angka Kumulatif Januari–Juli 2026

Sepanjang tujuh bulan pertama 2026, Indonesia menerima 8,98 juta kunjungan wisman. Capaian itu lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan ini menandakan aktivitas pariwisata internasional ke Indonesia belum kehilangan momentum hingga pertengahan tahun. Bagi traveler yang berencana ke destinasi populer, data ini jadi sinyal bahwa jumlah kunjungan asing sedang naik — terutama di bulan-bulan puncak liburan.

Malaysia, Australia, dan Tiongkok Penyumbang Terbesar

Berdasarkan negara asal, Malaysia menjadi salah satu kontributor kunjungan wisman terbesar pada Juli 2026. Australia dan Tiongkok menyusul dengan kontribusi besar terhadap total kunjungan bulan itu.

Dominasi tiga negara ini konsisten dengan pola pergerakan wisatawan di kawasan Asia-Pasifik. Kedekatan geografis dan konektivitas penerbangan langsung jadi faktor utama, khususnya untuk wisman asal Malaysia dan Australia.

Pintu Masuk Utama Jadi Jalur Dominan

Sebagian besar wisman masuk melalui pintu utama kedatangan internasional. Sisanya datang lewat pintu masuk perbatasan yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.

Pola ini penting dicatat bagi traveler yang ingin menghindari antrean panjang di bandara utama. Memilih pintu masuk alternatif di wilayah perbatasan bisa jadi opsi saat musim ramai kunjungan.

Dampak bagi Sektor Pariwisata Nasional

Capaian 8,98 juta kunjungan hingga Juli 2026 menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata nasional. Pertumbuhan ini diharapkan berlanjut lewat penguatan promosi destinasi, konektivitas, serta kualitas pelayanan pariwisata di berbagai daerah.

Bagi wisatawan domestik, kenaikan kunjungan asing biasanya berdampak pada okupansi hotel dan harga tiket di destinasi favorit. Merencanakan liburan lebih awal — terutama untuk periode akhir tahun — jadi langkah praktis menyiasati lonjakan permintaan.

Informasi terkini soal data kunjungan per pintu masuk dan negara asal dapat dikonfirmasi melalui laman resmi BPS atau dinas pariwisata setempat.

Follow sultengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks