PALU — OJK Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel) massal di SRT 20 Palu sebagai bagian dari Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Langkah ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi pelajar untuk mengenal layanan keuangan formal yang aman dan bertanggung jawab.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tengah Bonny Hardi Putra menegaskan bahwa edukasi finansial tidak bisa ditunda. Menurutnya, kebiasaan mengelola keuangan yang baik adalah fondasi karakter generasi muda.
"Menabung bukan hanya menyimpan uang. Menabung adalah proses membangun karakter. Dari kegiatan menabung, kita belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kesabaran, dan kemampuan merencanakan masa depan," ujarnya.
Waspada Modus Kejahatan Keuangan Digital
Mengusung tema "Cerdas Literasi Keuangan Digital, Hidup Sejahtera Menuju Indonesia Emas", OJK Sulteng menyoroti meningkatnya risiko kejahatan finansial yang menyasar generasi muda. Pelajar diingatkan untuk membedakan kebutuhan dan keinginan, serta waspada terhadap tawaran investasi ilegal dan pinjaman online yang marak beredar.
Edukasi ini dinilai krusial mengingat aktivitas keuangan pelajar kini banyak bersinggungan dengan platform digital, mulai dari dompet elektronik hingga game online yang menyediakan transaksi mikro.
Rekening Pelajar di Sulteng Capai 45.982
Data OJK mencatat hingga Mei 2026, jumlah rekening pelajar di Sulawesi Tengah telah mencapai 45.982 rekening dengan total simpanan Rp9,7 miliar. Angka tersebut merupakan akumulasi dari partisipasi 15 bank yang berkantor di provinsi ini.
Bonny berharap gerakan menabung tidak berhenti pada seremonial semata. Ia mendorong para pelajar untuk mampu merencanakan masa depan dan bijak memanfaatkan layanan keuangan digital di tengah kemajuan teknologi.
Kegiatan di SRT 20 Palu ini menjadi bagian dari komitmen OJK Sulteng memperluas edukasi dan inklusi keuangan, guna membentuk generasi muda yang mandiri dan sejahtera secara finansial.