Pencarian

Konsumsi Listrik di Bali Naik 8,02 Persen, PLN Siapkan Pasokan Baru dari PLTS untuk Jaga Pariwisata

Jumat, 21 Agustus 2026 • 11:37:31 WIB
Konsumsi Listrik di Bali Naik 8,02 Persen, PLN Siapkan Pasokan Baru dari PLTS untuk Jaga Pariwisata
General Manager PLN UID Bali, Ajrun Karim, menyampaikan pertumbuhan konsumsi listrik di Bali mencapai 8,02 persen pada paruh pertama 2026.

SULAWESI TENGAH — Pertumbuhan konsumsi listrik yang mencapai 8,02 persen pada paruh pertama 2026 menempatkan Bali sebagai salah satu wilayah dengan kenaikan pemakaian daya tertinggi di Indonesia. Angka ini bahkan melampaui laju pertumbuhan ekonomi daerah, menandakan elektrifikasi telah menyentuh hampir seluruh sendi kehidupan masyarakat.

General Manager PLN UID Bali, Ajrun Karim, menyebut pola beban listrik di Bali kini relatif tinggi dan merata sepanjang hari. Kondisi ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang biasanya hanya melonjak pada jam-jam tertentu.

"Pertumbuhan listriknya melampaui pertumbuhan ekonomi. Bisa disimpulkan bahwa listrik sudah masuk ke semua simpul-simpul kehidupan. Ketika kebutuhan listrik terus bergerak, itu menunjukkan roda ekonomi juga terus berputar," ujar Ajrun dalam keterangan resminya, Jumat (21/8/2026).

Beban Puncak Hampir Tembus 1.300 MW

Lonjakan permintaan listrik ini membuat beban puncak sistem kelistrikan Bali mencapai hampir 1.300 MW. PLN menilai angka ini sudah mendekati batas maksimal kapasitas pembangkit yang beroperasi saat ini, sehingga penambahan pasokan menjadi langkah yang tidak bisa ditunda.

Ajrun menegaskan keandalan pasokan listrik menjadi prioritas utama. Sebab, gangguan sekecil apa pun bisa berdampak langsung pada hotel, restoran, pusat perbelanjaan, hingga industri kreatif yang menjadi tulang punggung ekonomi Bali.

"Ini menunjukkan bahwa listrik semakin menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi. Karena itu, keandalan pasokan menjadi hal yang sangat penting untuk memastikan kegiatan masyarakat dan dunia usaha dapat terus berjalan," katanya.

Mengandalkan PLTS untuk Kemandirian Energi

Untuk menjawab tantangan ini, PLN mengarahkan pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) sebagai strategi jangka panjang. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menjadi pilihan utama karena dinilai paling cepat dibangun dan fleksibel diterapkan di berbagai lokasi.

Skema yang disiapkan beragam, mulai dari PLTS ground mounted yang dibangun di atas tanah, PLTS terapung di waduk atau bendungan, hingga PLTS atap untuk gedung dan rumah. Langkah ini sejalan dengan Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 serta program nasional PLTS 100 gigawatt yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

"PLTS menjadi salah satu tumpuan utama karena pembangunan yang paling mudah dan cepat adalah PLTS. Harapannya dengan pengembangan pembangkit energi terbarukan, Bali nantinya dapat semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan energinya," papar Ajrun.

Listrik sebagai Penggerak Ekonomi Mikro

Kemandirian energi menjadi isu strategis bagi Bali mengingat posisinya sebagai pusat pariwisata dan ekonomi nasional. Pasokan listrik yang andal tidak hanya dibutuhkan rumah tangga, tetapi juga menjadi syarat utama bagi operasional industri perhotelan, restoran, pusat perdagangan, hingga fasilitas publik.

PLN berharap kehadiran listrik tidak sekadar menjadi penerangan, melainkan mampu mendorong tumbuhnya usaha mikro dan makro. Dengan pasokan yang stabil, pelaku usaha bisa meningkatkan produktivitas dan membuka lapangan kerja baru.

"Kami berharap listrik tidak digunakan hanya sebagai media penerangan, lebih jauh, listrik digunakan sebagai penggerak ekonomi mikro maupun makro, penciptaan lapangan kerja, serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat," pungkas Ajrun.

Dengan tambahan pasokan dari PLTS, PLN optimistis pertumbuhan konsumsi listrik di Bali tetap bisa terlayani tanpa mengorbankan keandalan sistem, sekaligus mendukung transisi energi bersih di Pulau Dewata.

Follow sultengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks