SIGI — Pemerintah Kabupaten Sigi mendorong perubahan paradigma literasi di tengah masyarakat. Sekretaris Daerah Kabupaten Sigi Nuim Hayat menegaskan, definisi literasi saat ini tidak lagi sekadar kemampuan baca tulis, melainkan sudah masuk ke semua bidang kehidupan.
"Bentuk literasi saat ini sudah banyak yakni literasi keuangan, literasi data, hingga literasi budaya," ucap Nuim Hayat di Sigi, Kamis.
Evaluasi Festival Literasi untuk Target Kegemaran Membaca
Festival Literasi yang digelar di Desa Mpanau menjadi momentum evaluasi. Menurut Nuim Hayat, kegiatan ini harus dievaluasi agar tujuan meningkatkan kegemaran membaca bagi pelajar dan masyarakat benar-benar tercapai, bukan sekadar seremonial tahunan.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sigi diminta aktif melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan komunitas masyarakat. Hal ini dinilai penting sebagai bahan edukasi agar pelaksanaan festival ke depan bisa lebih baik dan berdampak luas.
80 Desa di Sigi Sudah Miliki Fasilitas Perpustakaan
Data Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sigi menunjukkan, fasilitas perpustakaan aktif sudah tersebar di sejumlah desa. Sebanyak 20 desa menerima bantuan langsung dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas), sementara 60 desa lainnya mendapatkan hibah buku dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Pemerintah kabupaten juga terus mendorong penambahan jumlah Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di seluruh wilayah. Upaya ini dilakukan untuk memperpendek jarak akses warga terhadap bahan bacaan, terutama di daerah pedesaan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sigi Imron Noor turut hadir dalam Festival Literasi tersebut. Ia terlihat berbincang dengan Bunda Literasi Sigi Siti Halwiyah di sela-sela acara yang berlangsung di Desa Mpanau, Kecamatan Sigi Biromaru.
Mengapa Perluasan Makna Literasi Penting untuk Sigi?
Perluasan makna ini menjawab tantangan zaman. Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan menyaring data dan memahami literasi keuangan menjadi kebutuhan dasar warga, bukan hanya pelajar.
Literasi budaya juga menjadi perhatian khusus di Kabupaten Sigi yang memiliki beragam kearifan lokal. Dengan memahami budaya sendiri, generasi muda diharapkan tidak tergerus arus globalisasi yang negatif.
Melalui kombinasi fasilitas fisik seperti perpustakaan desa dan perluasan definisi literasi, Pemkab Sigi berharap kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut meningkat. Festival Literasi di Desa Mpanau menjadi salah satu garda terdepan dalam kampanye ini.