Pencarian

BPBD Parigi Moutong Padamkan Karhutla di Kebun Warga Ongka Malino, 30 Pohon Cengkeh dan 25 Kelapa Hangus

Rabu, 16 September 2026 • 21:52:32 WIB
BPBD Parigi Moutong Padamkan Karhutla di Kebun Warga Ongka Malino, 30 Pohon Cengkeh dan 25 Kelapa Hangus
Tim gabungan memadamkan karhutla di kebun warga Desa Santigi, Ongka Malino, Parigi Moutong.

Tim gabungan berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kebun warga di Desa Santigi, Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Lahan seluas kurang lebih 1,5 hektare terbakar dan menghanguskan 30 pohon cengkeh serta 25 pohon kelapa milik warga setempat. BPBD Parigi Moutong memastikan kebakaran dipicu cuaca panas dan kekeringan, bukan unsur kesengajaan.

PARIGI — Pelaksana tugas Kepala BPBD Parigi Moutong, Moh Rivai, menyatakan api pertama kali dilaporkan sekitar pukul 13.31 WITA dan baru bisa dipadamkan pada sore hari. Proses pemadaman berlangsung di area kebun yang berada di atas gunung, sehingga tidak ada akses untuk mobil pemadam kebakaran.

Tim gabungan terpaksa menggunakan pompa punggung untuk menjangkau titik api. Rivai menyampaikan terima kasih kepada seluruh personel yang bekerja keras di lapangan sejak laporan pertama masuk.

Penyebab Kebakaran: Cuaca Panas dan Kekeringan, Bukan Kesengajaan

Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan kebakaran bukan akibat unsur kesengajaan atau pembakaran oleh pihak tertentu. Peristiwa itu dipicu faktor cuaca panas karena wilayah tersebut sedang dilanda kekeringan.

Kerugian akibat kebakaran belum ditaksir. "Belum ditaksir berapa kerugian dari peristiwa itu," ucap Rivai.

Dari luas lahan 1,5 hektare yang terdampak, sebanyak 30 pohon cengkeh dan 25 pohon kelapa hangus terbakar. Kedua komoditas itu menjadi sumber penghidupan sebagian warga Desa Santigi.

Pemadaman Libatkan TNI, Polri, Basarnas, hingga Warga

Tim gabungan yang dikerahkan melibatkan personel TNI Yonif TP 918/MM, personel Polri, Basarnas, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Sulawesi Tengah, aparat desa, serta masyarakat setempat.

Seluruh elemen bekerja bersama karena medan kebakaran tidak bisa dijangkau kendaraan. Pompa punggung menjadi satu-satunya alat pemadam yang efektif digunakan di lokasi.

Siaga Darurat Karhutla, Warga Diminta Tidak Membakar Lahan

Tim gabungan saat ini berada dalam status siaga darurat karhutla dan kekeringan. Pemantauan terus dilakukan setelah pemadaman untuk memastikan tidak ada titik api baru yang muncul di kawasan tersebut.

Rivai menegaskan Parigi Moutong merupakan salah satu daerah rawan karhutla di Sulawesi Tengah. Ia meminta masyarakat berperan aktif menjaga lingkungan masing-masing.

"Parigi Moutong salah satu daerah di Sulteng rawan kebakaran hutan dan lahan. Oleh karena itu masyarakat harus berperan aktif menjaga lingkungan masing-masing, jangan membakar sampah sembarangan ataupun membuka lahan dengan cara dibakar," ucapnya.

Warga diimbau segera melaporkan jika melihat titik api atau asap di area kebun dan lahan kosong, terutama selama musim kemarau yang masih berlangsung di wilayah Parigi Moutong.

Follow sultengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks