Musim kemarau memicu delapan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, sepanjang Agustus 2026. Peristiwa itu tersebar di delapan desa yang masuk dalam tujuh kecamatan berbeda di wilayah tersebut.
SIGI — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi mencatat luas area hutan dan lahan yang terbakar di wilayahnya mencapai 37 hektare selama Agustus 2026. Titik api terpantau menyebar di sejumlah kecamatan dan membutuhkan penanganan ekstra karena lokasinya sulit dijangkau armada darat.
Kepala Bidang Bencana BPBD Kabupaten Sigi, Ahmad Yani, mengatakan kejadian karhutla tersebut tersebar di delapan desa yang masuk dalam tujuh kecamatan.
Kecamatan Terdampak dan Titik Api di Gunung Lembosa
Tujuh kecamatan yang mengalami karhutla meliputi Gumbasa, Kinovaro, Marawola, Dolo Selatan, Palolo, Sigi Biromaru, dan Lindu. Ahmad Yani merinci, satu titik api di Gunung Lembosa, Desa Olu, Kecamatan Lindu, kini telah berhasil dipadamkan.
"Satu titik api di Gunung Lembosa di Desa Olu Kecamatan Lindu juga sudah padam apinya dengan menggunakan peralatan mesin semprot air," ucapnya di Dolo, Rabu.
37 Kejadian Karhutla Sepanjang Tahun 2026
Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Sigi mencatat total 37 kejadian karhutla yang ditangani sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026. Penanganan tersebut meliputi wilayah Dolo Barat, Marawola, Sigi Biromaru, Tanambulava, Sigi Kota, dan Dolo.
Penanganan karhutla di Kabupaten Sigi masih dilakukan secara manual, khususnya di wilayah pegunungan. Kondisi ini terjadi karena armada milik Damkar maupun BPBD setempat tidak mampu menembus lokasi kebakaran dengan kendaraan roda empat.
Antisipasi Karhutla: Patroli Rutin Lintas Sektor
BPBD Kabupaten Sigi mengajak seluruh lintas sektor untuk memperkuat pengawasan di wilayah rawan kebakaran. Pemerintah kecamatan, desa, hingga masyarakat diminta bersinergi dengan TNI dan Polri dalam melakukan pemantauan rutin.
"Ke depan harus ada langkah antisipasi seperti patroli rutin untuk mencegah terjadinya karhutla di setiap desa, sehingga bentuk pencegahan dan mitigasi dapat dilakukan sedini mungkin," kata Ahmad Yani.
Upaya penguatan kesiapsiagaan sebenarnya telah dilakukan. Sebelumnya, Polres Sigi menggelar apel siaga penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan dengan melibatkan 546 personel dari berbagai lintas sektor guna menangani karhutla di daerah tersebut.