SULAWESI TENGAH — Museum Kebangkitan Nasional bukan sekadar ruang memandang koleksi sejarah yang terpajang di balik kaca. Suasana di dalamnya kini diisi aktivitas budaya yang bisa langsung dicoba pengunjung, salah satunya kelas angklung.
Kelas ini digarap Yayasan Belantara Budaya Indonesia, organisasi yang juga mengelola kelas tari tradisional di museum tersebut. Program angklung dibuat menyusul kelas tari yang lebih dulu hadir.
Kelas Angklung Sudah Berjalan 11 Tahun
Founder Belantara Budaya Indonesia, Diah Kusumawardani, menyebut kelas angklung sudah dibuat sekitar 11 tahun silam. Seperti kelas tari, program ini lahir sebagai cara mengenalkan budaya lewat aktivitas yang bisa dipelajari langsung, bukan sekadar dilihat atau didengar.
Peserta datang untuk ikut memainkan alat musik tradisional itu. Untuk saat ini, kelas angklung hanya berlangsung di Museum Kebangkitan Nasional.
Jadwal, Lokasi, dan Fasilitas Peserta
Kelas digelar setiap Minggu mulai pukul 11.00 hingga 13.00 WIB. Peserta tidak perlu membawa angklung sendiri karena pengelola yayasan menyediakan alat musiknya.
Konsekuensinya, peserta bisa belajar angklung secara gratis. Tidak ada biaya yang disebutkan dalam program ini.
Cara Mendaftar
Calon peserta dapat mendaftar melalui kanal resmi penyelenggara. Informasi soal belajar budaya gratis dan pendaftaran juga diperoleh lewat jalur yang sama.
Belantara Budaya Indonesia menjalankan program ini sebagai bagian dari kegiatan budaya gratis. Tari dan angklung menjadi dua aktivitas yang membuat ruang museum tidak hanya berisi cerita masa lalu.
Gagasan di Balik Program
Diah berharap museum tidak berhenti jadi tempat yang dikunjungi, tetapi juga ruang berkumpul dan belajar. "Museum itu harus jadi tempat orang ngumpul untuk belajar," kata dia kepada detikTravel, Minggu (6/9/2026).
Gagasan itu kemudian diwujudkan lewat kegiatan seni dan budaya. Pengunjung yang datang mengenal sejarah bisa sekaligus melihat orang belajar memainkan angklung.
Bagi traveler yang ingin menikmati museum dengan cara berbeda, aktivitas semacam ini menawarkan pengalaman lain dari kunjungan biasa. Datang untuk melihat koleksi, lalu ikut belajar angklung, bisa jadi warna tersendiri dalam satu kunjungan.