Pencarian

Novel Taipei Story RF Kuang Angkat Kisah Diaspora yang Belajar ke Taipei

Rabu, 09 September 2026 • 16:32:01 WIB
Novel Taipei Story RF Kuang Angkat Kisah Diaspora yang Belajar ke Taipei
Penulis RF Kuang meluncurkan novel terbarunya berjudul Taipei Story di Sulawesi Tengah.

SULAWESI TENGAH — RF Kuang, penulis yang dikenal lewat karya-karyanya, kembali dengan novel terbaru berjudul Taipei Story. Buku ini bukan sekadar kisah pertukaran pelajar biasa; ia menelusuri pergulatan batin seorang anak diaspora yang mencoba menemukan "rumah" melalui penguasaan bahasa dan budaya leluhurnya. Novel ini menyajikan potret jujur tentang bagaimana liburan atau studi di negeri yang dianggap "asal-usul" bisa menjadi perjalanan yang rumit dan penuh kejutan.

Kisah Lily Chen di Taipei

Tokoh utama, Lily Chen, adalah mahasiswa baru di Yale yang memutuskan menghabiskan musim panas di Taipei untuk mengikuti program bahasa Mandarin intensif. Ia lahir dan besar di Amerika, sementara keluarganya tidak pernah menginjakkan kaki di Taiwan. Lily percaya bahwa menyempurnakan bahasa Mandarin adalah kunci untuk memperbaiki segala kekurangan yang ia rasakan sebagai anak diaspora.

Namun, misi yang tampak sederhana itu segera berantakan. Kematian mendadak sang kakek (Gong Gong) membuat tujuan awalnya belajar bahasa menjadi sia-sia. Lily justru dihadapkan pada kesedihan yang rumit dan jurang pemisah antara dirinya dengan sejarah keluarganya yang tidak pernah ia pahami sepenuhnya.

Riset dan Inspirasi di Balik Novel

Dalam wawancaranya dengan Condé Nast Traveler, Kuang mengungkapkan bahwa novel ini berakar dari pengalaman pribadinya. Saat kakeknya meninggal dan ia berada di Taiwan untuk program bahasa intensif, ia merasa tersesat dan merenungkan makna "rumah" serta alienasi budaya. "Saya tidak berjalan-jalan dengan agenda riset. Saya hanya mengikuti kerumunan ke tempat-tempat yang mereka lihat. Jika ada antrean panjang, saya akan ikut bergabung," ujar Kuang.

Pengalaman tanpa arah itu membawanya ke pemutaran film yang tidak pernah ia dengar, toko buku tersembunyi, hingga gedung konser nasional. Tempat-tempat yang ia temukan secara tidak sengaja inilah yang kemudian menjadi latar deskriptif dalam novel, tempat Lily juga tersesat dan mencari jawaban.

Tema Identitas dan Harapan "Pulang"

Kuang menjelaskan ketertarikannya pada "fantasi kepulangan" yang sering diyakini anak diaspora. Banyak dari mereka tumbuh dengan pengalaman budaya yang "datar" di Amerika—seperti perayaan Imlek atau acara kumpul-kumpul—yang terasa seperti simulasi budaya yang disederhanakan. "Anda mendapat sangat sedikit, jadi Anda mengambil apa pun yang Anda bisa, meskipun itu tidak spesifik untuk daerah tertentu atau bukan yang dialami orang tua Anda," jelasnya.

Program belajar bahasa untuk penutur warisan (heritage speaker) di Taiwan menjadi sorotan menarik. Kuang menyoroti logika yang "gila" di balik premis bahwa seorang Chinese-American bisa pergi ke Taiwan untuk belajar Mandarin agar merasa lebih dekat dengan keluarganya di daratan Tiongkok. Di sinilah konflik novel berpusat: ketika Lily tiba di Taipei, ia justru menyadari betapa banyak asumsi awalnya yang keliru.

Dari Pemandian Air Panas Beitou hingga Bandara Taoyuan

Novel ini juga kaya akan detail lokasi yang hidup. Dari pemandian air panas Beitou yang terasa janggal dikunjungi di musim panas, hingga aula bandara Taoyuan yang ramai oleh penjual suvenir. Deskripsi tempat-tempat ini tidak hanya menjadi latar, tetapi juga alat untuk menggambarkan ketidaknyamanan dan keganjilan yang dirasakan Lily sebagai orang asing di negeri yang ia harap bisa ia sebut "miliknya".

Meski menyentuh tema kesedihan dan alienasi, Kuang menegaskan bahwa kerentanan di tempat asing juga membuka ruang untuk pengampunan dan kelembutan. Taipei Story adalah kisah tentang kedewasaan yang tidak melulu manis, tetapi jujur dan menggugah bagi siapa pun yang pernah merasa terbelah antara dua dunia. Novel ini sudah tersedia di toko buku dan menjadi bacaan menarik bagi traveler yang ingin memahami sisi lain dari pengalaman belajar di luar negeri.

Follow sultengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cntraveler.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks