SIGI — Kepala TPHP Kabupaten Sigi Afit Lamakarate menegaskan percepatan penanaman menjadi kunci utama agar lahan produktif yang baru dibuka tidak kembali ditumbuhi rumput liar. Pihaknya telah memastikan kebutuhan dasar petani di dua kecamatan tersebut, mulai dari bibit hingga alat dan mesin pertanian (alsintan), siap digunakan.
"Segera mengolah sawah dan mempercepat penanaman ini untuk mencegah tumbuhnya kembali rumput liar di lahan yang telah dibuka tersebut," ujar Afit Lamakarate di Dolo, Rabu.
Progres Cetak Sawah: 150 Hektare di Lindu, 20 Hektare di Palolo
Pengerjaan cetak sawah baru saat ini tengah fokus berlangsung di dua desa. Di Desa Olu, Kecamatan Lindu, lahan yang sudah digarap pada tahap dua mencapai 150 hektare. Sementara itu, di Desa Manggalapi, Kecamatan Palolo, realisasi lahan baru mencapai 20 hektare.
Afit menjelaskan, total target pekerjaan cetak sawah baru di Kabupaten Sigi mencapai 800 hektare. Namun, ia belum merinci lokasi mana saja yang akan menjadi prioritas setelah dua desa tersebut rampung dikerjakan.
Bibit dan Alsintan Sudah Difasilitasi, Petani Tinggal Turun ke Sawah
Untuk memastikan proses tanam berjalan tanpa hambatan, pemerintah kabupaten tidak hanya menyiapkan lahan. Afit menuturkan, bantuan bibit dan peralatan penunjang pertanian sudah diminta dan difasilitasi agar petani bisa langsung menanam begitu proses cetak sawah selesai dilakukan.
"Kami sudah minta bantuan bibit dan peralatan penunjang agar petani bisa langsung tanam setelah cetak sawah ini selesai dilakukan," sebutnya.
Langkah ini dinilai penting mengingat lahan kosong yang dibiarkan terlalu lama akan cepat ditumbuhi vegetasi liar. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu produktivitas tanaman utama dan menambah beban kerja petani dalam pemeliharaan awal.
Potensi Lahan Pertanian Sigi Capai 15.280 Hektare
Program cetak sawah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas areal tanam padi di wilayah Sulawesi Tengah. Berdasarkan data Dinas TPHP Sigi, luas lahan pertanian dan hasil validasi Luas Baku Sawah (LBS) di kabupaten tersebut hingga Desember 2024 mencapai 15,280 hektare.
Dengan adanya tambahan lahan baru dari program ini, diharapkan produksi padi di Kabupaten Sigi dapat meningkat secara signifikan dalam beberapa musim tanam ke depan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah dataran tinggi Lindu dan sekitarnya.