PALU — Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkembangan (TPHP) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menyatakan lahan hasil program cetak sawah baru telah masuk tahap pengolahan lanjutan. Kepala Dinas TPHP Parimo Dadan Priatna mengungkapkan realisasi cetak sawah baru mencapai 283 hektare dari total usulan awal 1.000 hektare yang diajukan ke pemerintah pusat.
"Sudah masuk pengolahan lanjutan yang dibiayai Kementerian Pertanian (Kementan), dengan begitu luas areal persawahan di Parigi Moutong bertambah," kata Dadan saat dihubungi dari Palu, Minggu.
Tinombo Selatan Jadi Penyumbang Lahan Terluas
Lahan sawah baru tersebut menyebar di Kecamatan Parigi Selatan, Toribulu, Kasimbar, Tinombo Selatan, Ongka Malino, Bolano, Bolano Lambunu, dan Taopa. Dari delapan wilayah itu, Kecamatan Tinombo Selatan tercatat memiliki luasan program paling besar, yakni lebih dari 100 hektare.
"Rata-rata lahan di sana masih sekali tanam dan mulai masuk pengolahan lanjutan," ujarnya.
Produktivitas Ditargetkan Naik Hingga 10 Ton per Hektare
Perluasan areal tanam ini berjalan beriringan dengan program Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) atau budidaya berbasis teknologi. Untuk periode tanam September-Oktober 2026, Parimo mendapat kuota 2.280 hektare dengan tambahan bantuan benih yang dinaikkan signifikan dari 25 kilogram per hektare menjadi 70 hingga 80 kilogram per hektare.
"Produktivitas dari 5 ton per hektare diperkirakan dapat meningkat 10 ton per hektare, dengan begitu ketahanan pangan dalam daerah semakin kuat," kata Dadan.
Surplus Beras Capai 130 Ribu Ton Sepanjang 2025
Dengan total luas lahan 63.283 hektare, produksi gabah kering giling (GKG) Parigi Moutong tahun 2025 mencapai 317.361 ton. Angka itu setara dengan lebih dari 180 ribu ton beras siap konsumsi.
Sementara kebutuhan konsumsi lokal hanya sekitar 50 ribu ton per tahun untuk 459.570 jiwa penduduk. Artinya, daerah ini mencatatkan surplus beras hingga 130 ribu ton.
"Kami berharap angka surplus 2026 semakin meningkat seiring bertambahnya luas lahan dan penerapan teknologi budidaya," tutup Dadan.