**PALU —** Ribuan lulusan Universitas Tadulako (Untad) Palu didorong mengubah orientasi dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Seruan itu disampaikan langsung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat memberikan orasi ilmiah dalam Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-45 dan Wisuda Periode ke-138 di Palu, Kamis (20/8/2026).
Mentan menyebut Sulawesi Tengah memiliki potensi sumber daya alam yang luas dan belum tergarap maksimal. Lulusan perguruan tinggi, menurut dia, memiliki modal pengetahuan untuk mengelola lahan tersebut menjadi usaha produktif bernilai ekonomi.
"Kalau mau sukses anak-anakku, dapat tekanan. Tekanan pertama adalah jangan minta uang. Tekanan kedua, jangan minta warisan. Tekanan ketiga, jangan mendaftar-mendaftar, ciptakan lapangan kerja," kata Andi Amran di hadapan para wisudawan.
Insentif Pemerintah: Alsintan dan Bibit Gratis Menanti
Pemerintah pusat tidak berhenti pada imbauan. Andi Amran memastikan dukungan konkret telah disiapkan bagi lulusan yang serius menggarap sektor pertanian. Mulai dari penyediaan sarana produksi hingga bantuan bibit unggul.
"Hand tractor gratis. Mau tanam bibit ada, ada bibit untuk Sulteng. Bibit kelapa, kakao, itu gratis," ujarnya.
Dukungan ini menjadi bagian dari program strategis nasional pengembangan tujuh komoditas perkebunan. Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp9,5 triliun untuk menggarap 870 ribu hektare kebun rakyat pada periode 2025-2027. Komoditas yang dicakup meliputi kakao, kelapa, tebu, kopi, pala, mete, dan kemiri. Program ini dirancang untuk memperkuat pasokan bahan baku industri sekaligus menciptakan lapangan kerja berkelanjutan di daerah.
Kunci Sukses: Keyakinan Diri dan Kerja Keras
Di hadapan para akademisi dan wisudawan, Andi Amran menekankan bahwa kesuksesan tidak ditentukan oleh latar belakang keluarga atau asal perguruan tinggi. Setiap individu memiliki peluang yang sama untuk maju jika dibekali keyakinan terhadap kemampuan diri dan kemauan bekerja keras.
"Setiap orang punya kesempatan untuk meraih kesuksesan tanpa dibatasi latar belakang keluarga, suku, maupun perguruan tinggi tempat menempuh pendidikan," tegasnya.
Mantan petani sukses ini juga mengingatkan bahwa ijazah bukanlah tiket instan menuju karier. Kemampuan mengaplikasikan ilmu di lapangan menjadi pembeda utama bagi lulusan yang mampu bertahan di tengah tantangan ekonomi. Ia mengajak para lulusan berani melihat peluang di lingkungan sekitar dan memulai usaha sesuai potensi daerah masing-masing.
"Ini Palu, ini Sulawesi Tengah, hamparannya luas. Tanami!" ajaknya.
Melalui orasi ilmiah ini, Mentan berharap lulusan Untad mampu mengambil peran strategis dalam menggerakkan ekonomi daerah. Dengan menggarap potensi lokal, mereka tidak hanya membuka kesempatan kerja bagi diri sendiri, tetapi juga menyerap tenaga kerja baru bagi masyarakat di sekitarnya.