SULAWESI TENGAH — Pascagempa dahsyat yang memicu peringatan dini tsunami itu, PLN bergerak cepat memulihkan infrastruktur kelistrikannya. Tidak hanya di daratan utama Flores, tetapi juga menyasar pulau-pulau kecil di sekitarnya yang masuk dalam wilayah kerja Unit Induk Wilayah NTT. Alhasil, seluruh gardu induk, jaringan tegangan menengah, hingga sambungan rumah tangga kini telah dialiri arus listrik kembali.
Kerja Cepat di Tengah Kondisi Darurat
Proses pemulihan ini bukan perkara mudah. Tim gabungan dari PLN harus berhadapan dengan medan yang rusak serta potensi gempa susulan. Mereka memprioritaskan pengamanan aset dan keselamatan warga sebelum menormalkan kembali pasokan energi.
Manajer PLN setempat menyebutkan, langkah awal yang dilakukan adalah memastikan gardu-gardu kunci aman dari kerusakan struktural. Setelah itu, petugas melakukan penyisiran jaringan secara bertahap untuk mendeteksi titik putus atau gangguan lain. "Kami kerahkan seluruh personel teknik dan kendaraan operasional untuk memastikan tidak ada satu pun pelanggan yang belum menyala," ujar juru bicara PLN di NTT.
Dampak Langsung bagi Warga dan Bisnis Lokal
Kepastian listrik menyala kembali membawa angin segar bagi sektor usaha mikro dan pariwisata di Labuan Bajo serta kawasan timur Flores. Hotel-hotel yang sempat mengandalkan genset berbahan bakar diesel kini bisa menekan biaya operasional. Sementara itu, nelayan dan pengolah ikan di pesisir utara Flores kembali bisa menjalankan aktivitas pendinginan hasil tangkapan tanpa hambatan.
Sebelumnya, pemadaman sempat melumpuhkan layanan komunikasi seluler dan pompa air bersih di sejumlah kecamatan. Dengan pulihnya pasokan listrik, layanan publik seperti puskesmas dan kantor pemerintahan juga kembali beroperasi normal.
Antisipasi dan Kesiapsiagaan Berkelanjutan
PLN tidak berhenti pada pemulihan. Perusahaan setrum pelat merah itu kini memperketat patroli rutin di titik-titik rawan bencana. Tim siaga juga ditempatkan di posko-posko terdekat untuk mengantisipasi potensi gempa susulan yang masih mungkin terjadi.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menjaga keandalan pasokan di wilayah timur Indonesia yang memang rawan geologis. Dengan infrastruktur yang tangguh dan respon cepat, diharapkan gangguan serupa bisa diminimalisir di masa mendatang, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional di kawasan NTT.