SULAWESI TENGAH — Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa tim teknis langsung diterjunkan ke lapangan begitu gempa terjadi, tanpa menunggu instruksi lebih lanjut. Prioritas pertama adalah memastikan keselamatan warga dan petugas, kemudian memperbaiki aset-aset kelistrikan yang rusak.
"Begitu gempa terjadi di Flores, NTT, tim PLN langsung bergerak. Tidak menunggu. Apa yang bisa langsung diperbaiki, baik gardu induk, jaringan distribusi, maupun fasilitas lainnya, langsung kami kerjakan," ujar Darmawan dalam keterangan resminya.
Proses penormalan pasokan listrik ke rumah-rumah pelanggan pun terus dikejar. Hingga sore hari, 11 gardu induk yang sempat terdampak telah kembali bertegangan. PLN berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah, BPBD, TNI, dan Polri untuk mempercepat proses evakuasi dan perbaikan, terutama di lokasi yang aksesnya masih terhambat akibat kondisi pascagempa.
Siaga Penuh Kawal Upacara Kemerdekaan
Di tengah upaya pemulihan pascagempa, PLN juga memperkuat pengamanan sistem kelistrikan nasional untuk mendukung rangkaian peringatan HUT ke-81 RI. Darmawan bersama jajaran direksi telah memantau langsung kesiapan infrastruktur di berbagai wilayah Indonesia sejak awal Agustus.
"Sejak awal Agustus, PLN sudah bergerak full. Kami sudah cek satu per satu, mulai dari pembangkit, gardu induk, jaringan transmisi, sampai jaringan distribusi dan jalur di sekitar lokasi kegiatan. Kami kerahkan seluruh kekuatan yang ada untuk memastikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI berjalan lancar," tuturnya.
PLN memproyeksikan beban puncak kelistrikan nasional pada 17 Agustus 2026 mencapai 42,6 gigawatt (GW). Dengan daya mampu pembangkit yang tercatat sebesar 51,6 GW, perusahaan memiliki cadangan daya hingga 9 GW atau sekitar 21,1 persen.
Ribuan Personel dan Alat Berat Disiagakan
Untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil, seluruh unit PLN berstatus siaga penuh. Lebih dari 45 ribu personel diterjunkan di 2.275 titik siaga yang tersebar di seluruh Indonesia.
Kesiapan ini didukung oleh peralatan yang memadai, antara lain 1.517 unit genset, 559 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), dan 1.286 unit gardu bergerak. PLN juga menyiagakan 75 unit kabel bergerak, 318 unit truk crane, 3.424 mobil operasional, serta 3.583 motor operasional untuk mempercepat penanganan gangguan di lapangan.
Khusus untuk rangkaian kegiatan di Istana Kepresidenan, PLN menyiapkan sistem pengamanan kelistrikan berlapis hingga lima tingkat. Sistem ini meliputi lapisan pembangkit, penyulang, sistem digital Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), UPS, hingga genset sebagai cadangan terakhir.
Dengan kesiapan sumber daya dan personel yang maksimal, PLN memastikan seluruh rangkaian upacara kemerdekaan dapat berjalan lancar tanpa gangguan listrik, sekaligus tetap fokus memulihkan kondisi kelistrikan di wilayah Flores yang tengah dilanda bencana.