Pencarian

Kevin Lamour Dipecat FIFA Usai Kecam Rencana Infantino Jual Hak Siar Piala Dunia

Selasa, 18 Agustus 2026 • 21:47:31 WIB
Kevin Lamour Dipecat FIFA Usai Kecam Rencana Infantino Jual Hak Siar Piala Dunia
FIFA mengonfirmasi pemutusan hubungan kerja dengan Kevin Lamour sebagai COO terhitung 17 Agustus 2026.

SULAWESI TENGAH — Kepergian Lamour dikonfirmasi langsung oleh juru bicara FIFA dalam pernyataan resmi, Senin (18/8). "FIFA dapat mengonfirmasi bahwa hubungan kerja antara FIFA dan Kevin Lamour sebagai COO telah berakhir pada 17 Agustus 2026," bunyi pernyataan tersebut. FIFA juga mengucapkan terima kasih atas pengabdian Lamour selama dua tahun terakhir.

Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafström, telah memberi tahu staf melalui surel internal bahwa Lamour akan meninggalkan organisasi. Namun, detail mengenai kondisi pemecatan tersebut tidak dijelaskan secara gamblang oleh pihak FIFA.

Kritik Terbuka yang Berujung Pemecatan

Langkah pemecatan ini merupakan buntut dari pernyataan keras Lamour pada 31 Juli lalu. Saat itu, ia menentang skema bernama FFE (FIFA Financial Engineering) yang digagas Infantino. Lamour menyebut jajaran administrasi FIFA telah "dibohongi" oleh presidennya sendiri.

"Perasaan saya adalah kita semua ingin bangga bekerja untuk FIFA, dan hari ini, sayangnya, itu tampaknya tidak lagi terjadi bagi banyak dari kita," ujar Lamour dalam pernyataannya yang mempercepat pemecatannya tersebut. Ia juga menegaskan rekan-rekannya "pantas mendapatkan perlakuan yang lebih baik daripada rasa hina dan intimidasi."

Dalam pernyataan yang sama, Lamour secara blak-blakan mengkritik gaya kepemimpinan Infantino. "Dia percaya bahwa dia adalah perwujudan FIFA, padahal seharusnya dia melayani organisasi ini," tegas Lamour. Ia bahkan sudah mengantisipasi risiko yang akan dihadapinya. "Jika itu berarti saya kehilangan pekerjaan, maka biarlah. Saya akan memahami dan menghormati keputusan itu. Setidaknya saya bisa tidur nyenyak malam ini."

Rencana Kontroversial yang Gagal Total

Skema FFE yang diprotes Lamour akhirnya dibatalkan hanya beberapa jam setelah kritik tersebut dilontarkan. Rencana ini kontroversial karena bertujuan menjual sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta, sebuah langkah yang dinilai banyak pihak mengancam transparansi dan integritas sepak bola dunia.

Pada hari yang sama, Carlos Cordeiro, salah satu penasihat senior Infantino, juga mengundurkan diri sebagai bentuk protes atas usulan tersebut. Gelombang penolakan internal ini menandakan adanya keretakan serius di tubuh FIFA.

Hubungan Lama yang Tak Menyelamatkan

Pemecatan Lamour menjadi sorotan karena ia memiliki hubungan kerja yang panjang dengan Infantino, jauh sebelum keduanya berkarier di FIFA. Lamour bergabung dengan FIFA pada Januari 2025 setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal UEFA, posisi yang diembannya sejak 2007. Selama di UEFA, keduanya kerap bekerja sama dalam berbagai proyek.

Meski memiliki rekam jejak yang solid di Eropa, kritik pedasnya terhadap presiden terbukti menjadi bumerang. Tekanan terhadap Infantino justru kian besar pasca kegagalan skema FFE, dengan upaya untuk memaksakan penggantiannya dari kursi presiden terus bergulir. Langkah pemecatan Lamour dinilai sebagai sinyal bahwa Infantino tidak akan mentolerir perbedaan pendapat di internal FIFA.

Follow sultengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: theguardian.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks