Pencarian

LIV Golf Ajukan Perlindungan Kebangkrutan, Jalan Pulang Pemain ke PGA dan DP World Tour Tak Mudah

Rabu, 09 September 2026 • 21:34:01 WIB
LIV Golf Ajukan Perlindungan Kebangkrutan, Jalan Pulang Pemain ke PGA dan DP World Tour Tak Mudah
LIV Golf resmi mengajukan perlindungan kebangkrutan dengan utang minimal 45 juta dolar AS kepada 14 pemain aktif dan mantan pemainnya.

SULAWESI TENGAH — LIV Golf, yang sejak diluncurkan pada 2021 telah menggelontorkan dana hingga $5 miliar (£3,7 miliar) dan memecah belah dunia golf, kini berada di ambang transformasi besar. Rencana restrukturisasi untuk "era baru" pada tahun depan memicu gelombang minat dari para pemainnya untuk kembali ke sirkuit tradisional, tetapi proses tersebut tidak akan berjalan mulus.

Utang Rp 500 Miliar dan Aset yang Tak Sebanding

Dokumen pengadilan mengungkapkan kondisi finansial LIV Golf yang memprihatinkan. LIV tercatat memiliki utang minimal $45 juta (£33 miliar) kepada 14 pemain aktif dan mantan pemainnya. Sementara itu, estimasi aset mereka hanya berkisar antara $100 juta hingga $500 juta, berbanding terbalik dengan liabilitas yang mencapai angka $500 juta hingga $1 miliar.

Kondisi ini memaksa LIV untuk merancang format baru bernama LIV 2.0 yang "dibangun di sekitar model bisnis yang berkelanjutan". Namun, belum jelas berapa banyak pemain yang bersedia bertahan dalam format yang baru tersebut.

Minat Tinggi Pemain, DP World Tour Buka Suara

Juru bicara DP World Tour mengonfirmasi adanya gelombang minat yang tinggi dari para pegolf LIV untuk kembali. Pihaknya kini tengah menjajaki syarat-syarat yang memungkinkan untuk menampung mereka, dengan catatan pemain bebas dari ikatan kontrak pihak ketiga dan bersedia mematuhi regulasi keanggotaan.

"Komite turnamen kami telah menyetujui proses yang akan kami ikuti dan kami memperkirakan akan ada pertanyaan lebih lanjut dalam beberapa hari mendatang," ujar juru bicara tersebut dalam pernyataan resminya.

Harga Mahal untuk Kembali: Kisah Koepka dan Reed

Preseden yang dibuat Brooks Koepka menjadi contoh nyata betapa mahalnya harga untuk kembali. Koepka yang hengkang dari LIV pada Desember 2025 harus merelakan donasi amal sebesar $5 juta, merelakan pembayaran dari skema Bonus FedExCup, dan tidak akan diikutsertakan dalam program ekuitas pemain hingga 2030. PGA Tour menyebut ini sebagai salah satu "konsekuensi finansial terbesar dalam sejarah olahraga profesional".

Di sisi lain, Patrick Reed yang tidak memenuhi kriteria program tersebut harus berjuang lebih keras. Ia harus mengamankan posisinya di PGA Tour musim depan melalui jalur 10 besar klasemen Race to Dubai di DP World Tour. Jalur inilah yang diprediksi akan menjadi rute utama bagi pegolf LIV lainnya, mengingat CEO PGA Tour, Brian Rolapp, menyatakan belum ada rencana untuk mengaktifkan kembali program khusus untuk pemain yang kembali.

Format LIV 2.0 dan Masa Depan Para Bintang

LIV 2.0 direncanakan akan memangkas hadiah uang secara signifikan menjadi sekitar £7 juta per turnamen. Angka ini jauh di bawah event papan atas PGA Tour, namun masih di atas mayoritas kompetisi di DP World Tour. Mereka juga berencana menambah jumlah peserta dari 57 menjadi 75 pemain, memperkenalkan kualifikasi hari Senin, dan babak potong di tengah turnamen.

Ketidakpastian masih menyelimuti masa depan para pemain besarnya. Jon Rahm, misalnya, pekan ini hanya menyatakan kesiapannya untuk memenuhi kontrak dengan LIV 1.0, tanpa menyebut komitmen apa pun terhadap iterasi baru. Ia diperkirakan akan menjadi salah satu nama besar yang mencoba mencari jalan kembali ke PGA Tour. Pertanyaan terbesar kini adalah apakah LIV 2.0 mampu menarik talenta berkualitas untuk mendapatkan investasi yang dibutuhkan demi kelangsungan hidup mereka.

Follow sultengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bbc.co.uk

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks