MOROWALI — Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, meminta jajaran penyuluh pertanian dan petani berkolaborasi dalam penerapan sistem tanam padi PM-AAS yang tengah disosialisasikan di Desa Lambelu, Kecamatan Bumi Raya. Langkah ini merupakan bagian dari program nasional untuk mempercepat modernisasi pertanian dan mendukung target swasembada pangan.
Dalam kesempatan tersebut, Iriane menyambut langsung kedatangan delegasi dari Balai Regional Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Sulawesi Tengah. Ia berharap kehadiran tim teknis tersebut mampu mendorong peningkatan hasil panen secara signifikan di Bumi Tepe Asa Moroso.
Target Produktivitas 10 Ton per Hektare
Kepala BRMP Sulteng, Ruslan Boy, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut penugasan dari Kementerian Pertanian. Penerapan PM-AAS memprioritaskan efisiensi budidaya melalui penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang, dan mekanisasi pertanian.
“Kementerian Pertanian saat ini terus melakukan transformasi sektor pertanian untuk mencapai swasembada pangan, salah satu target utama melalui penerapan PM-AAS adalah meningkatkan produktivitas padi hingga minimal 10 ton per hektar,” kata Ruslan Boy.
Kolaborasi untuk Ketahanan Pangan Nasional
Wabup Iriane menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani. Menurutnya, modernisasi sektor pertanian tidak bisa berjalan sendiri dan membutuhkan peran aktif dari seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Morowali.
Ia juga mengajak para petani untuk segera melaporkan kendala yang dihadapi di lapangan kepada pemerintah daerah melalui dinas pertanian. Hal ini dinilai penting agar solusi terbaik dapat segera ditemukan dan produktivitas tetap terjaga.
Kegiatan kampanye tanam padi ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Morowali Abd. Muttaqin Sonaru, Camat Bumi Raya Armin, jajaran Forkopimcam Bumi Raya, serta para penyuluh pertanian dan petani setempat.