MOROWALI — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di TK Negeri 5 Bungku Tengah berlangsung berbeda tahun ini. Bukan sekadar upacara seremonial, halaman sekolah di Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, berubah menjadi arena permainan tradisional yang melibatkan seluruh elemen sekolah, Kamis (13/8).
Lautan bendera merah putih menghiasi area sekolah sejak pagi. Sorak sorai anak-anak bercampur tawa riuh para wali murid yang turun langsung mendampingi buah hati mereka di setiap perlombaan.
Sinergi Guru dan Orang Tua Kunci Kesuksesan Acara
Kepala TK Negeri 5 Bungku Tengah, Rosnah Arman, S.Pd, mengungkapkan bahwa perayaan semeriah ini tidak akan terwujud tanpa kerja kolektif. Para guru dan orang tua bahu-membahu menyiapkan segala kebutuhan acara, mulai dari dekorasi hingga konsep perlombaan.
“Kalau saya dan ini bukan kerja guru tentunya ada koordinasi ada kolaborasi dengan orang tua murid. Sehingga kegiatan ini berjalan dengan lancar, meriah. Tidak lepas dari kerja sama orang tua,” ujar Rosnah di sela-sela acara.
Rosnah menegaskan bahwa keterlibatan orang tua bukan lagi sebagai penonton, melainkan pemain utama dalam menyukseskan agenda tahunan tersebut. Menurutnya, sinergi inilah yang membuat peringatan kemerdekaan tahun ini terasa lebih hidup dan bermakna.
Bukan Sekadar Lomba, Ini Strategi Pendidikan Karakter
Di balik kemeriahan lomba balap karung dan permainan rakyat lainnya, tersimpan tujuan pedagogis yang matang. Rosnah menjelaskan setiap rangkaian kegiatan dirancang khusus untuk mengasah kemampuan dasar anak didiknya.
“Yang terpenting dari kegiatan ini bukan tentang meriahnya tetapi tujuannya sebenarnya. Karena dengan kegiatan ini anak terstimulasi motoriknya, kecerdasannya juga. Dia bisa mengambil semangatnya,” tegas Rosnah.
Pendekatan ini menjadikan momen HUT RI sebagai media pembelajaran langsung. Anak-anak tidak hanya bersenang-senang, tetapi juga dilatih kelincahan, keberanian, serta ditanamkan nilai kebersamaan dan nasionalisme sejak dini.
Momen Viral: Orang Tua Lebih Antusias dari Anak
Situasi menarik justru terjadi di tengah perlombaan. Semangat membara yang ditunjukkan para wali murid kerap melampaui antusiasme anak-anak mereka sendiri.
“Semuanya orang tua malah yang lebih semangat bukan anak-anaknya yang semangat orang tuanya,” canda Rosnah yang langsung disambut tawa para hadirin.
Momen ini menjadi bukti bahwa perayaan kemerdekaan di TK Negeri 5 Bungku Tengah berhasil membangun ikatan emosional antara sekolah dan keluarga. Energi positif dari para orang tua pun menular ke seluruh area acara.
Target Tahun Depan dan Apresiasi untuk 12 Pendidik
Melihat antusiasme tahun ini, Rosnah berencana meningkatkan skala kemeriahan pada perayaan HUT RI mendatang. Namun, ia memastikan esensi pendidikan karakter tetap menjadi prioritas utama di tengah rencana pengembangan acara.
“Satu tujuan kita untuk sama-sama agar TK negeri ini menjadi yang lebih baik lagi ke depannya,” pungkasnya.
Adapun 12 pendidik yang menjadi motor penggerak acara tersebut adalah Rosnah Arman, S.Pd (Kepala Sekolah), Hariati S. Nggai, S.Pd (Wakil Kepala Sekolah), Masriani, S.Pd, Wirna, S.Pd, Mutia, S.Pd, Suriyani, S.Pd, Roliati, S.Pd, Aprilia Katili, S.Pd, Elmi, Indah Cahayana, S.Pd, Maryam M. Abd Mutalib, S.Pd, dan Fatmiah, S.Pd.
TK Negeri 5 Bungku Tengah dengan NPSN 70036700 terus berupaya menjadi rumah kedua bagi anak-anak Morowali, tempat kecerdasan ditempa dan semangat juang dinyalakan sejak usia dini. MERDEKA!