SULAWESI TENGAH — Koleksi otomotif Cristiano Ronaldo memang sudah lama jadi perbincangan, tapi unggahan terbarunya di Instagram mempertegas skala investasinya di dunia otomotif. Dari total nilai koleksi yang diperkirakan mencapai Rp 620-710 miliar, dua nama yang paling menonjol adalah Bugatti Centodieci dan satu unit Ferrari yang sangat langka. Ini bukan sekadar daftar mobil mahal — ini kurasi ketat yang mencerminkan selera terhadap model-model ikonik dengan nilai historis tinggi.
Bugatti Centodieci: Hanya 10 Unit di Dunia, Harga Per Unit Rp 170 Miliar
Bugatti Centodieci adalah titik fokus koleksi Ronaldo. Mobil ini dibanderol sekitar Rp 170 miliar per unit dan produksinya dibatasi hanya 10 unit di seluruh dunia. Angka produksi yang sangat terbatas itu yang membuatnya jauh lebih eksklusif dibanding Chiron atau Veyron yang "hanya" diproduksi ratusan unit.
Secara teknis, Centodieci menggunakan basis mesin yang sama dengan Chiron — W16 8.0 liter quad-turbo. Tenaga puncaknya mencapai 1.600 HP, dan akselerasi 0-100 km/jam diklaim tembus 2,4 detik. Tapi yang membuatnya spesial bukan cuma angka performa, melainkan desain retro-modern yang mengambil inspirasi dari Bugatti EB110 era 1990-an.
Kepemilikan Centodieci menempatkan Ronaldo di lingkaran sangat sempit kolektor global — bahkan di antara sesama pesepakbola top sekalipun, hanya segelintir yang berani mengeluarkan dana segitu untuk satu unit mobil.
Ferrari Langka: Investasi yang Justru Naik Harganya
Selain Centodieci, unggahan Ronaldo juga menampilkan satu unit Ferrari yang masuk kategori langka. Model Ferrari dengan status "langka" di level kolektor biasanya merujuk pada seri limited production seperti Monza SP2, Daytona SP3, atau model ikonik era 2000-an seperti Enzo dan LaFerrari Aperta.
Yang menarik dari sisi investasi: mobil-mobil Ferrari edisi terbatas justru cenderung mengalami apresiasi harga di pasar sekunder, berbeda dengan mobil produksi massal yang langsung turun nilainya begitu keluar dealer. Untuk kolektor sekelas Ronaldo, membeli Ferrari langka bukan pengeluaran — itu aset yang nilai jualnya bisa naik 20-30% dalam beberapa tahun.
Total Koleksi: Lebih dari Sekadar Hobi, Ini Portofolio Investasi
Kalau kita totalkan seluruh isi garasi Ronaldo — termasuk Bugatti lain, Rolls-Royce, Lamborghini, dan beberapa SUV mewah — estimasi nilai koleksinya mencapai Rp 620-710 miliar. Angka itu setara dengan gaji bruto Ronaldo di Al-Nassr selama kurang lebih dua musim.
Pola koleksinya menarik untuk diamati. Ronaldo tidak sekadar membeli mobil termahal yang tersedia di pasaran. Ia memilih model-model yang punya batasan produksi ketat — Centodieci (10 unit), kemungkinan besar juga Ferrari edisi terbatas — yang menjamin eksklusivitas jangka panjang. Ini pola yang sama dengan kolektor seni kelas dunia: beli karya langka, simpan, dan nilai jualnya naik seiring waktu.
Yang Perlu Diperhatikan: Bukan Sekadar Pamer Kekayaan
Perlu dicatat bahwa unggahan Instagram Ronaldo ini muncul di tengah tren pesepakbola top yang mulai sadar akan pentingnya diversifikasi aset. Mobil-mobil ini bukan kendaraan harian — beberapa di antaranya bahkan jarang dikeluarkan dari garasi. Fungsinya lebih sebagai penyimpan nilai dan simbol status.
Dari perspektif kolektor Indonesia, pelajaran yang bisa diambil bukan soal mampu atau tidak mampu membeli mobil Rp 170 miliar. Lebih dari itu: mobil edisi terbatas dari pabrikan seperti Bugatti dan Ferrari memperlakukan pembelinya dengan sangat selektif. Bugatti, misalnya, diketahui melakukan proses kurasi terhadap calon pembeli Centodieci — tidak semua orang dengan uang Rp 170 miliar otomatis bisa membelinya. Reputasi dan sejarah koleksi sebelumnya ikut menentukan.
Bagi penggemar otomotif di Indonesia yang ingin mulai membangun koleksi, strategi Ronaldo bisa diterapkan dalam skala yang jauh lebih kecil: fokus pada model limited edition dari merek premium, utamakan kelangkaan dibanding sekadar harga tinggi, dan anggap koleksi sebagai aset jangka panjang — bukan barang konsumsi.