SULAWESI TENGAH — Koreksi harga perak Antam hari ini cukup dalam dibandingkan posisi sebelumnya yang bertengger di Rp 41.600 per gram. Penurunan ini mengikuti pola yang sama dengan harga emas Antam yang juga tertekan dalam beberapa hari terakhir.
Meski harga per gram-nya turun, Antam tetap menawarkan tiga varian produk perak batangan. Untuk ukuran 250 gram, banderolnya Rp 10.625.000, sementara varian 500 gram dibanderol Rp 20.325.000. Antam juga menjual perak butiran murni dengan kadar 99,95 persen.
Perak Dunia Justru Menguat, Ada Apa?
Uniknya, harga perak di pasar global justru bergerak ke arah sebaliknya. Mengacu data Trading Economics, harga perak dunia menguat 0,75 persen ke level US$ 60,39 per ons troi pada Rabu ini.
Penguatan ini terjadi setelah sehari sebelumnya harga perak ambles lebih dari 3 persen. Pemicunya adalah aksi militer Amerika Serikat yang kembali melancarkan serangan udara ke Iran, menyusul insiden penembakan kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Eskalasi konflik terbaru ini mengancam kesepakatan damai AS-Iran yang sempat dijalin. Dampaknya langsung terasa: harga minyak dunia ikut melonjak karena pasar khawatir pasokan energi terganggu. Kondisi ini memicu kekhawatiran inflasi yang berujung pada ekspektasi kenaikan suku bunga acuan.
Kebijakan Moneter Jadi Penentu Arah Logam Mulia
Pasar saat ini menanti risalah rapat Federal Reserve (The Fed) edisi Juni untuk mencari petunjuk soal arah kebijakan suku bunga ke depan. Sentimen ini penting karena mempengaruhi daya tarik logam mulia sebagai aset safe haven.
Sebelumnya, harga emas dunia juga tertekan pada perdagangan Selasa (7/7/2026). Harga emas spot turun 0,6 persen ke US$ 4.141,16 per ons, sementara kontrak berjangka emas untuk pengiriman Agustus melemah 0,2 persen ke US$ 4.157,40.
Analis Zaner Metals, Peter Grant, menilai pasar mulai realistis bahwa The Fed masih akan fokus pada pengendalian inflasi. "Suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama tampaknya menjadi jalur yang paling mungkin," ujarnya. Saat ini, peluang kenaikan suku bunga pada September mencapai 60 persen berdasarkan data CME FedWatch Tool.
Di tengah ketidakpastian ini, bank sentral China justru terus menambah cadangan emasnya selama 20 bulan berturut-turut. Per Juni 2026, cadangan emas China mencapai 75,44 juta troy ons, naik dari posisi bulan sebelumnya yang sebesar 74,96 juta troy ons. Langkah ini memperkuat posisi China sebagai salah satu pembeli emas terbesar dunia di tengah volatilitas pasar global.