PALU — Ketua DPP APINDO Sulteng, Wijaya Chandra, menegaskan ketersediaan listrik yang andal menjadi salah satu kebutuhan penting bagi dunia usaha. Hal itu disampaikannya dalam pertemuan yang mempertemukan pengusaha dengan pihak PLN Suluttenggo. Menurut Wijaya, sinergi antara dunia usaha dan sektor ketenagalistrikan diperlukan untuk memastikan kebutuhan energi dapat berjalan seiring dengan perkembangan investasi dan aktivitas ekonomi daerah.
Dialog Dunia Usaha dan PLN di Koloni Coworking Space
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara dunia usaha dan PLN untuk membahas berbagai peluang investasi di sektor energi listrik di Sulawesi Tengah. Pembahasan mencakup proses dan prosedur yang perlu dipenuhi pelaku usaha. Dari PLN Suluttenggo, pertemuan dihadiri Manajer Humas Noven, Asisten Manajer Perencanaan Made, Asisten Manajer Keuangan dan Umum PLN UP3 Palu Natalia, serta Asisten Niaga dan Pemasaran Fuad.
Sementara dari APINDO Sulteng hadir Wijaya Chandra, Ito Lawputra, Andres Ang, Muh. Renu Adiguna, Handri Pinatik, Murtalib, Udin Salim, Tasman, dan Leopold. Kehadiran sejumlah pengurus itu menandakan keseriusan dunia usaha menindaklanjuti peluang yang dibahas.
Mengapa Listrik Andal Jadi Syarat Investasi di Sulteng
Ketersediaan pasokan listrik kerap menjadi pertimbangan utama pelaku usaha sebelum menanam modal di daerah. Wijaya menyebut kebutuhan energi harus berjalan seiring dengan perkembangan investasi dan aktivitas ekonomi. Tanpa pasokan yang stabil, rencana ekspansi sektor industri berisiko tertunda.
Pembahasan dalam pertemuan itu tidak hanya soal pasokan, tetapi juga prosedur yang harus dipenuhi pengusaha. APINDO menilai kejelasan proses menjadi faktor penting agar pelaku usaha bisa menghitung biaya dan waktu investasi.
Memperkuat Komunikasi PLN dan Pelaku Usaha
Selain membahas peluang investasi, pertemuan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara PLN dan pelaku usaha. Pihak APINDO berharap dialog tersebut dapat membuka ruang kolaborasi yang mendukung terciptanya ekosistem usaha yang produktif dan berkelanjutan di Sulawesi Tengah.
Kolaborasi semacam ini dinilai penting karena sektor ketenagalistrikan dan dunia usaha saling membutuhkan. Pengusaha butuh kepastian pasokan, sementara PLN butuh gambaran nyata soal kebutuhan industri di wilayah kerjanya.
Langkah Selanjutnya Usai Business Dinner
Hasil pertemuan di Koloni Coworking Space itu belum menghasilkan kesepakatan tertulis. Namun, forum tersebut membuka jalur komunikasi yang lebih terarah antara APINDO Sulteng dan PLN Suluttenggo. Pelaku usaha berharap pembahasan teknis lanjutan dapat segera menyusul.