SULAWESI TENGAH — Direktur Penyidikan Jampidsus Syarief Sulaeman Nahdi mengonfirmasi timnya masih bergerak di lapangan hingga Kamis siang. "Masih dalam proses pengumpulan bukti-bukti dengan upaya paksa penggeledahan di beberapa tempat. Sampai sekarang masih berlanjut," kata Syarief di Kejaksaan Agung.
Penyidik Beralih ke Lokasi Lain
Syarief enggan merinci alamat atau jenis bangunan yang digeledah. Ia hanya menyebut penyidik sudah tidak lagi berada di enam lokasi yang diperiksa sebelumnya. "Beralih, masih terus," ujarnya.
Menurut dia, intensitas penggeledahan meningkat dalam dua hingga tiga hari terakhir. Penyidik menyita dokumen, barang bukti elektronik, dan alat bukti lain yang berkaitan dengan pengelolaan program MBG.
Dua Tersangka Eks Pejabat BGN
Kejagung sebelumnya menetapkan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua wakilnya, Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung, sebagai tersangka. Mereka diduga melakukan korupsi dalam tata kelola program yang menyasar anak sekolah dan ibu hamil tersebut.
Modus operandi masih didalami. Jampidsus menduga ada mark-up anggaran dan penyalahgunaan wewenang dalam pengadaan bahan pangan serta distribusi logistik. Kerugian negara belum diumumkan secara resmi.
Semua Penggeledahan Hari Ini di Jakarta
Syarief memastikan seluruh penggeledahan Kamis dilakukan di wilayah Jakarta. "Dua-tiga hari terakhir kami intensif mencari barang bukti dan melakukan penggeledahan di beberapa tempat," ucapnya.
Ia menjanjikan rincian lokasi dan jumlah tempat yang digeledah akan disampaikan setelah proses selesai. "Nanti kita sampaikan, karena masih berjalan," katanya.
Program MBG di Bawah Sorotan
MBG merupakan program prioritas pemerintah yang menyediakan makanan bergizi gratis bagi jutaan penerima. Kasus ini menjadi pukulan bagi citra program yang baru berjalan dua tahun. Kejagung berjanji menuntaskan penyidikan tanpa pandang bulu.
Hingga berita ini diturunkan, penyidik masih bekerja di lapangan. Belum ada keterangan resmi dari pihak BGN atau kuasa hukum para tersangka.