Pencarian

Pemprov Sulawesi Tengah Raih Penghargaan Pengendalian Inflasi Terbaik II Regional Sulawesi, Kantongi Insentif Rp2 Miliar

Sabtu, 30 Mei 2026 • 16:21:01 WIB
Pemprov Sulawesi Tengah Raih Penghargaan Pengendalian Inflasi Terbaik II Regional Sulawesi, Kantongi Insentif Rp2 Miliar
Pemprov Sulawesi Tengah menerima penghargaan Pengendalian Inflasi Terbaik II Regional Sulawesi.

PALU — Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi dan keberhasilan Pemprov Sulawesi Tengah dalam menjaga stabilitas harga barang dan jasa di pasaran. Insentif fiskal Rp2 miliar yang menyertai penghargaan ini akan dialokasikan untuk memperkuat program-program pembangunan yang berdampak langsung pada pengendalian inflasi di daerah.

Bagaimana Sulawesi Tengah Menekan Laju Inflasi?

Keberhasilan ini bukan tanpa kerja keras. Sepanjang tahun, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Tengah gencar melakukan operasi pasar dan memastikan kelancaran distribusi bahan pokok. Langkah-langkah antisipatif dilakukan terutama saat menghadapi momen hari besar keagamaan nasional yang biasanya memicu kenaikan harga.

Pemprov juga aktif berkoordinasi dengan kabupaten dan kota untuk menjaga ketersediaan pasokan dari daerah sentra produksi. Hasilnya, angka inflasi di Sulteng mampu ditekan di bawah rata-rata nasional dalam beberapa bulan terakhir.

Dana Insentif untuk Program Prioritas

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulawesi Tengah menyatakan bahwa dana Rp2 miliar akan difokuskan pada program-program yang memperkuat ketahanan pangan dan kelancaran logistik. Beberapa di antaranya adalah pembangunan infrastruktur pasar desa dan optimalisasi gudang penyangga pangan.

“Dana ini akan kami manfaatkan untuk program yang langsung menyentuh akar masalah inflasi, yaitu rantai pasok dan distribusi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa lalu.

Apa Dampaknya bagi Warga Sulteng?

Bagi masyarakat, penghargaan ini berarti stabilitas harga kebutuhan pokok yang lebih terjamin ke depannya. Program yang didanai insentif diharapkan mampu menekan selisih harga antara daerah produsen dan konsumen, terutama di wilayah pedalaman dan kepulauan yang selama ini rawan fluktuasi harga.

Pemprov Sulteng berkomitmen untuk terus memonitor perkembangan harga secara mingguan dan siap melakukan intervensi jika terjadi lonjakan yang tidak wajar. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga daya beli masyarakat.

Bagikan
Sumber: radarpalu.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks