DONGGALA — Pemerintah Kabupaten Donggala resmi menggelar FLS3N dan O2SN tingkat kabupaten yang diikuti perwakilan pelajar dari seluruh kecamatan. Ajang ini menjadi panggung bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan di bidang seni, sastra, dan olahraga. Ansyar Sutiadi, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Donggala, menyebut kegiatan ini sebagai investasi jangka panjang pembentukan karakter generasi muda.
FLS3N menjadi ruang ekspresi bagi siswa yang ingin menyalurkan kreativitas dan memperkuat kecintaan terhadap budaya bangsa. Sementara itu, O2SN dirancang untuk melahirkan generasi yang disiplin, sehat, dan menjunjung tinggi sportivitas. "Pendidikan saat ini adalah cara membentuk manusia yang utuh melalui pembentukan karakter," ujar Ansyar saat dihubungi di Banawa, Rabu.
Menurut Ansyar, seluruh peserta diminta tetap mengedepankan etika selama bertanding. Ia menekankan bahwa menang atau kalah bukanlah tujuan akhir. "Selama pertandingan ini bukan menang atau kalah menjadi tujuan utama melainkan itu bagian dari proses, namun yang terpenting tumbuhnya semangat pantang menyerah merupakan mental juara yang sebenarnya," katanya.
Ansyar mengingatkan para juri dan wasit agar bekerja secara objektif dan transparan. Pasalnya, pemenang di tingkat kabupaten akan mewakili Donggala ke ajang serupa di tingkat provinsi. "Nantinya siswa yang juara FLS3N dan O2SN tingkat SD dan SMP itu akan mewakili Kabupaten Donggala untuk bertanding di provinsi, sehingga kualitas juara ini bergantung pada kejujuran dan profesionalisme penilaian juri serta wasit," tegasnya.
Dengan partisipasi dari 16 kecamatan, ajang ini menjadi indikator potensi besar yang dimiliki Donggala di bidang non-akademik. Pemerintah daerah berharap kegiatan serupa terus digelar setiap tahun sebagai bagian dari sistem pembinaan bakat sejak dini. Para pemenang nantinya akan menjalani seleksi lebih lanjut sebelum benar-benar dikirim ke tingkat provinsi.