MSCI Keluarkan 5 Saham Besar dari Indeks, IHSG Jatuh 1,33% dan Investor Siap Hadapi Gelombang Jual Juni

Penulis: Oki Setiawan  •  Rabu, 13 Mei 2026 | 10:56:01 WIB
IHSG melemah 1,33% setelah pengumuman rebalancing indeks MSCI.

SULAWESI TENGAH — IHSG dibuka melemah pada perdagangan Rabu (13/5) pukul 09.00 WIB, sehari setelah MSCI Inc mengumumkan hasil rebalancing indeksnya. Saham-saham seperti PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN), PT Aneka Tambang (ANTM), PT Bumi Resources (BUMI), PT Barito Pacific (BRPT), dan PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) menjadi fokus liquidasi, dengan volume transaksi mencapai 520 juta saham senilai Rp 290,312 miliar.

Lima Emiten Keluar dari Radar MSCI Global

MSCI mengeluarkan PT Amman Mineral Internasional (AMMN), PT Barito Renewables Energy (BREN), PT Chandra Asri Pacific (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa (DSSA), dan CUAN dari Global Standard Index, serta 13 saham lainnya dari Small Cap Index. Keputusan tersebut berlaku efektif 1 Juni 2026.

"Saham-saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard adalah kapitalisasi besar dan selama ini menjadi target utama dana asing pasif," ujar Elandry Pratama, analis Panin Sekuritas, kepada Katadata. Artinya, ribuan fund manager global yang menggunakan MSCI sebagai benchmark investasi akan terpaksa mengurangi posisi di kelima saham tersebut sebelum kuartal kedua berakhir.

Mekanisme Forced Selling: Milyaran Dolar Siap Keluar

Elandry memperkirakan potensi outflow dana asing mencapai ratusan juta dolar AS secara bertahap, terutama dari passive funds dan exchange-traded funds (ETF) yang harus menyesuaikan komposisi portofolio mereka. Tekanan jual diperkirakan akan terasa hingga menjelang implementasi resmi pada 1 Juni.

Phintraco Sekuritas bahkan memproyeksikan IHSG berpotensi menguji level support 6.700. Kondisi ini diperparah dengan timing pengumuman yang jatuh menjelang libur panjang, sehingga volume perdagangan diperkirakan lebih tipis dan volatilitas lebih tinggi.

Sinyal Lebih Jauh: Bobot Indonesia di MSCI Terus Berkurang

Keputusan MSCI juga memperkuat persepsi bahwa bobot Indonesia di MSCI Emerging Markets semakin menyusut. Tidak hanya memicu arus keluar jangka pendek, kondisi ini juga dapat menurunkan visibilitas pasar modal Indonesia di hadapan investor global—padahal likuiditas dan governance adalah pertimbangan utama investor asing dalam memilih pasar berkembang.

Strategi Investor: Mana Saham yang Berpotensi Rebound?

Meski tekanan jual teknikal tidak dapat dihindari, Elandry melihat peluang rebound setelah gelombang forced selling mereda. "Saham-saham yang fundamentalnya masih solid berpotensi mengalami rebound," katanya. Investor disarankan tetap selektif: memilih saham dengan likuiditas tinggi, fundamental kuat, valuasi menarik, dan risiko outflow lanjutan minimal. Pasar diperkirakan akan bergerak defensif dan volatil hingga akhir Mei.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top