SULAWESI TENGAH — Sejumlah unit iPhone Duo dilaporkan mengalami keretakan pada layar lipat bagian dalam, dengan pola kerusakan identik di titik tengah panel. Dugaan awal mengarah ke cacat desain hinge yang menimbulkan tekanan berlebih pada layar, meski Apple belum merilis pernyataan resmi maupun angka pasti jumlah unit terdampak.
Analisis dari iFixit menyebut ada kemungkinan support bar pada mekanisme engsel tidak turun cukup dalam, sehingga menyisakan ruang yang terlalu sempit bagi panel layar lipat. Tekanan yang menumpuk di titik itu diduga menjadi penyebab utama retakan yang muncul di area tengah perangkat.
Temuan serupa juga dilaporkan sejumlah pengguna dan kreator konten yang menguji unit iPhone Duo lebih awal. Mereka mencatat adanya hambatan pada engsel sebelum layar akhirnya retak, disertai bunyi letupan yang terdengar jelas saat lipatan dibuka atau ditutup.
Pola Kerusakan yang Berulang
Laporan yang dihimpun situs saudara 9to5Mac menunjukkan kerusakan terjadi dengan pola serupa di banyak unit. Garis hijau lebih dulu muncul di sisi kanan panel layar bagian dalam, lalu berkembang menjadi kerusakan yang lebih luas seiring pemakaian.
Kerusakan terpusat di bagian tengah layar, tepat di area lipatan. Pola yang konsisten ini membuat sejumlah pengamat menilai masalahnya bukan sekadar kelalaian pengguna, melainkan berkaitan dengan rancangan perangkat generasi pertama.
Belajar dari Kasus Galaxy Fold
Apple tidak menghadapi situasi ini sendirian. Pada 2019, Samsung sempat menunda peluncuran Galaxy Fold setelah unit review mengalami gangguan layar hanya dalam 48 jam pemakaian. Sebagian kasus waktu itu dipicu pengguna yang mengelupas lapisan pelindung atas layar, sebagian lain karena debu masuk ke bawah panel.
Samsung lantas memperbaiki desain sebelum merilis ulang perangkat. Perubahan mencakup perluasan lapisan pelindung hingga ke bawah bezel, penambahan penutup di ujung atas dan bawah engsel untuk menahan debu, serta penguatan panel layar. CEO Samsung saat itu mengakui peluncuran dilakukan sebelum produk benar-benar siap.
Bedanya, masalah pada iPhone Duo baru terungkap setelah perangkat sampai ke tangan konsumen. Apple belum memberikan tanggapan resmi, dan sejumlah pengguna melaporkan mendapat respons yang berbeda-beda dari kanal dukungan.
Seberapa Luas Dampaknya?
Hingga kini belum ada data pasti soal jumlah unit yang mengalami kerusakan. Situasi masih cair karena iPhone Duo baru saja memasuki fase pengiriman, sehingga gambaran skala masalah belum bisa dipastikan.
Bagi calon pembeli di Indonesia, kasus ini menjadi catatan penting. Perangkat lipat generasi pertama umumnya membawa risiko desain yang belum teruji oleh pemakaian massal, dan biaya perbaikan panel lipat biasanya jauh lebih mahal dibanding layar smartphone biasa.
Jika Apple mengikuti langkah Samsung, respons berupa perbaikan desain pada batch produksi berikutnya atau program penggantian unit bisa menjadi opsi. Sampai ada pernyataan resmi, pengguna iPhone Duo disarankan lebih hati-hati saat membuka dan menutup perangkat, serta tidak menekan area lipatan.