SULAWESI TENGAH — Calvin Verdonk menyebut lini pertahanan Lille rapuh saat menyerah 2-4 dari Galatasaray pada matchday ketiga Liga Champions. Bek Timnas Indonesia itu menilai gol cepat Galatasaray di awal babak kedua jadi titik balik kekalahan Les Dogues.
Kekalahan 2-4 dari Galatasaray di Decathlon Arena, Stade Pierre-Mauroy, menjadi pukulan ketiga beruntun Lille di fase liga Liga Champions. Sempat menyamakan kedudukan jadi 2-2, armada Davide Ancelotti kebobolan dua gol susulan Galatasaray di paruh kedua.
Gol Cepat Galatasaray di Awal Babak Kedua Jadi Titik Balik
Verdonk menyoroti momen sepak pojok yang berujung gol ketiga Galatasaray sebagai awal keruntuhan Lille. Menurutnya, kegagalan bertahan dalam situasi bola mati itu mengubah jalannya pertandingan.
"Ya, menurut saya semuanya berawal dari sepak pojok itu. Kami tidak bertahan dengan baik, dan mereka langsung mencetak gol sehingga skor menjadi 2-3. Itu adalah awal babak kedua yang berat," ujar Verdonk, dikutip dari Le Petit Lillois.
Pemain kelahiran Dordrecht itu tak menampik bahwa lini pertahanan Lille kesulitan menahan gempuran Galatasaray sepanjang laga. Tekanan lawan membuat Les Dogues kerap kehilangan momentum di area sendiri.
Verdonk Minta Lille Lebih Tajam di Kedua Kotak Penalti
Untuk memperbaiki laju tim, Verdonk menekankan pentingnya efisiensi di dua area penalti. Lille dinilainya perlu lebih sering melepas tembakan sekaligus memperketat penjagaan di kotak sendiri.
"Menurut saya, kita harus lebih tajam dalam penyelesaian akhir: kita perlu lebih sering menembak, mencetak gol, serta bertahan lebih baik di dalam kotak penalti," kata Verdonk.
"Kita harus tampil lebih baik di kedua area penalti, baik dalam aspek pertahanan maupun penyerangan," imbuhnya.
Tiga Kekalahan Beruntun, Lille Tertahan di Posisi ke-35
Hasil ini memperpanjang catatan buruk Lille di babak awal Liga Champions. Dari tiga laga yang dilakoni, pasukan Davide Ancelotti menelan tiga kekalahan tanpa satu pun poin dari Real Betis, Arsenal, dan Galatasaray.
Di klasemen sementara, Lille tertahan di posisi ke-35. Tim bermarkas di Stade Pierre-Mauroy itu hanya unggul selisih gol dari Slovan Bratislava yang menghuni dasar klasemen.
Verdonk Tetap Percaya Diri Selama Peluang Terbuka
Meski situasi berat, Verdonk menegaskan timnya belum menyerah. Selama peluang lolos ke fase gugur masih terbuka, pemain berusia 29 tahun itu memilih menjaga kepercayaan diri.
"Selama masih ada peluang, kita harus tetap percaya diri. Kita harus yakin dan terus melangkah," ucap Verdonk.
Bagi Lille, target finis di 24 besar fase liga kini menuntut hasil positif di laga-laga tersisa. Perbaikan di kedua kotak penalti menjadi syarat utama yang ditekankan Verdonk untuk pertandingan lanjutan.