PALU — Aset perbankan di Sulawesi Tengah menembus Rp 92,04 triliun pada Juli 2026, tumbuh 19,55 persen dibanding periode sama tahun lalu. Dana pihak ketiga (DPK) tercatat Rp 43,15 triliun atau naik 11,24 persen secara tahunan. Penyaluran kredit mencapai Rp 67,91 triliun, meningkat 18,06 persen dari Juli 2025.
OJK Sulawesi Tengah memaparkan capaian itu dalam Journalist Update Triwulan III di Tentena. Kepala OJK Sulteng Bonny Hardi Putra menyebut pertumbuhan tersebut mencerminkan perkembangan kinerja perbankan daerah.
Kredit UMKM Terkontraksi 0,60 Persen
Di tengah pertumbuhan aset dan kredit yang kuat, pembiayaan ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) justru menurun. OJK mencatat kontraksi 0,60 persen pada Juni 2026 terhadap Juli 2026.
"Semua indikator tumbuh, kita ambil year-on-year. Namun, kalau kita melihat kredit UMKM, ini tidak berkembang, hanya kontraksi 0,60 persen Juni 2026 terhadap Juli 2026," kata Bonny.
Kondisi itu menjadi perhatian karena pertumbuhan pembiayaan belum menjangkau seluruh pelaku usaha di Sulteng. Sektor UMKM dinilai perlu mendapat perhatian agar ekspansi kredit tidak hanya terpusat pada segmen tertentu.
LDR 157,37 Persen, NPL di Level 1,89 Persen
Rasio kredit terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) perbankan Sulteng tercatat 157,37 persen per Juli 2026. Angka itu menunjukkan penyaluran kredit jauh melampaui penghimpunan DPK.
Sementara rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) berada pada level 1,89 persen. Posisi NPL itu masih terbilang rendah dan menandakan kualitas kredit perbankan relatif terjaga.
Kredit Terkonsentrasi di Palu dan Banggai
Penyaluran kredit perbankan masih terpusat di sejumlah daerah berdasarkan data baki debet. Kota Palu memegang porsi terbesar, yakni 41 persen.
Kabupaten Banggai menyusul dengan porsi 31,68 persen. Setelahnya ada Kabupaten Parigi Moutong 6,65 persen, Kabupaten Poso 4,68 persen, dan Kabupaten Tolitoli 4,21 persen.
Dominasi Palu dan Banggai memperlihatkan besarnya porsi pembiayaan yang tersalurkan di kedua wilayah itu dibanding daerah lain. Pemetaan ini menjadi dasar OJK untuk mendorong pemerataan penyaluran kredit ke kabupaten lain di Sulteng.