Pencarian

UMKM Sulteng Bidik Pasar China Lewat Penerbangan Langsung Palu–Guangzhou, OJK Dorong Literasi Keuangan

Senin, 26 Oktober 2026 • 09:16:01 WIB
UMKM Sulteng Bidik Pasar China Lewat Penerbangan Langsung Palu–Guangzhou, OJK Dorong Literasi Keuangan
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulawesi Tengah Sumarno berbicara dalam talk show UMKM pada rangkaian Fin Expo 2026 di Palu, Minggu (25/10/2026).

PALU — Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulawesi Tengah Sumarno mengajak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah memanfaatkan rute penerbangan langsung Palu–Guangzhou untuk memperkenalkan produk unggulan daerah. Ajakan itu disampaikannya dalam talk show UMKM pada rangkaian Fin Expo 2026 sekaligus puncak perayaan Bulan Inklusi Keuangan 2026, Minggu (25/10/2026).

Menurut Sumarno, masuknya wisatawan dan pelaku usaha dari China ke Palu adalah pintu masuk yang belum banyak digarap UMKM lokal. Produk kerajinan, olahan pangan, dan fesyen disebutnya paling siap dijajal di pasar tersebut.

"Saya berharap Bapak dan Ibu yang bergerak di bidang UMKM dapat mempromosikan usahanya untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat China yang datang ke Palu," ujarnya.

Enam Sektor Andalan Jadi Modal Sulteng

Kepala OJK Sulawesi Tengah Bonny Hardi Putra menyebut provinsi ini punya potensi besar di sektor pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Dari enam sektor itu, ekonomi kreatif dinilai paling lentur menembus pasar lintas negara karena karakternya yang khas.

"Ekonomi kreatif ini unik dan sedang kami dorong agar para pengusaha di Sulteng dapat berkembang di sektor tersebut. Peluangnya tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga nasional bahkan internasional," kata Bonny.

OJK Sulteng, lanjutnya, memperkuat ekosistem UMKM lewat empat jalur: peningkatan literasi keuangan, perluasan akses pembiayaan formal, pemanfaatan layanan keuangan digital, dan penguatan kapasitas usaha.

Literasi Keuangan Dianggap Sama Penting dengan Pembiayaan

Anggota DPD RI Andika Mayrizal Amir menekankan akses pembiayaan harus dibarengi pemahaman pengelolaan keuangan. Tanpa itu, tambahan modal berisiko tidak terkelola dan usaha justru stagnan.

"Pembiayaan dan digitalisasi sangat penting karena dapat membantu UMKM bergerak. Pengelolaan keuangan yang baik juga sangat membantu UMKM bertahan. Pemanfaatan layanan digital membuka peluang bagi UMKM untuk berkembang dan meningkatkan daya saing," ujar Andika.

Ia mendorong pelaku usaha mengolah potensi lokal menjadi produk unggulan yang menciptakan lapangan kerja. Kolaborasi dengan dinas terkait disebutnya sebagai syarat agar pengembangan produk berjalan optimal.

Bukan Sekadar Agenda Seremonial

Bonny berharap rangkaian Bulan Inklusi Keuangan dan UMKM Summit tidak berhenti sebagai acara tahunan. Menurutnya, hasil yang diukur adalah jumlah UMKM yang naik kelas, bukan jumlah peserta yang hadir.

"Jika UMKM di Sulteng berjaya dan berkembang, ekonomi Sulawesi Tengah pun akan berjaya," tegasnya.

Dengan kombinasi pembiayaan, literasi keuangan, digitalisasi, dan konektivitas internasional, UMKM Sulteng diharapkan meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas pasar. Rute Palu–Guangzhou menjadi ujian pertama seberapa cepat pelaku usaha lokal memanfaatkannya.

Follow sultengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mercusuar.web.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks