Lapas Perempuan Kelas III Palu meningkatkan pengawasan dan keamanan blok hunian melalui penggeledahan gabungan bersama aparat penegak hukum. Langkah tersebut menyusul evaluasi dan monitoring berkala dari Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah. Saat ini Lapas Perempuan Palu menampung 214 warga binaan, termasuk lima balita yang mendampingi ibunya.
SIGI — Kepala Lapas Perempuan Kelas III Palu Yoesiana menyatakan penggeledahan gabungan menjadi salah satu bentuk pengawasan terhadap blok hunian warga binaan. Kegiatan itu melibatkan aparat penegak hukum di wilayah Sigi dan sekitarnya.
Evaluasi serta monitoring berkala dari Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah disebut menjadi acuan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas. Yoesiana menegaskan pentingnya pengawasan berjenjang untuk mendeteksi dini potensi gangguan keamanan.
"Kami mengapresiasi kantor wilayah yang selalu memberikan evaluasi dan monitoringnya untuk Lapas Perempuan Palu ini sehingga menjadi acuan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas," kata Yoesiana di Dolo, Sigi.
Pengawasan Berjenjang dan Kepatuhan SOP
Pemantauan rutin dari Kanwil Ditjenpas dinilai menjadi dasar bagi petugas pengamanan untuk memastikan seluruh prosedur operasional standar (SOP) berjalan optimal. Yoesiana menyebut pihaknya memastikan kesiapsiagaan seluruh jajaran petugas pengamanan dan staf.
"Tentu pihaknya juga memastikan kesiapsiagaan seluruh jajaran petugas pengamanan dan staf Lapas Perempuan Palu yang konsisten menjaga integritas dalam menjalankan tugas operasional sehari-hari," katanya.
Sinergi TNI-Polri dan Petugas Lapas Jadi Kunci
Kolaborasi lintas sektor antara pimpinan wilayah, aparat penegak hukum seperti TNI dan Polri, dan internal petugas lapas disebut sebagai kunci utama mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang kondusif. Yoesiana berharap evaluasi berkelanjutan dan pengawasan ketat di lapangan membuat blok hunian steril dari barang terlarang.
"Harapannya melalui evaluasi berkelanjutan dan pengawasan ketat di lapangan, Lapas Perempuan Palu berkomitmen memastikan lingkungan blok hunian tetap steril dari barang-barang terlarang serta terbebas dari potensi pelanggaran aturan," ucapnya.
214 Warga Binaan dan 5 Balita dalam Kondisi Sehat
Jumlah warga binaan di Lapas Perempuan Kelas III Palu saat ini mencapai 214 orang. Lima di antaranya adalah balita yang mendampingi ibunya menjalani masa pidana.
"Untuk lima balita ini mendampingi ibunya dan warga binaan seluruhnya dipastikan dalam kondisi sehat serta aman," ujarnya.
Penggeledahan gabungan dan pengawasan berjenjang akan terus dilakukan secara berkala. Lapas Perempuan Palu menyatakan komitmennya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan blok hunian.