Pencarian

Pemkot Palu Siapkan Kawasan Jalan Layang Silabeta Jadi Pusat UMKM Wisata, Bertahap Hingga 2027

Kamis, 17 September 2026 • 17:44:32 WIB
Pemkot Palu Siapkan Kawasan Jalan Layang Silabeta Jadi Pusat UMKM Wisata, Bertahap Hingga 2027

Pemerintah Kota Palu menyiapkan pemanfaatan ruang di sekitar kawasan jalan layang atau elevated road untuk pengembangan UMKM berbasis wisata. Kawasan yang mencakup wilayah Silae, Lere, Besusu, dan Talise (Silabeta) itu diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi warga. Pemkot Palu menargetkan pengembangan kawasan mulai berjalan hingga 2027.

PALU — Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu Rahmad Mustafa menyatakan kawasan sekitar elevated road masuk program strategis pemerintah kota. Pihaknya kini mematangkan perencanaan lewat koordinasi dengan instansi vertikal dan antarorganisasi perangkat daerah (OPD).

"Elevated road dikembangkan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi merupakan program strategis dari Pemerintah Kota Palu, khususnya kawasan di sekitar elevated road atau wilayah Silae, Lere, Besusu, Talise (Silabeta)," kata Rahmad di Palu, Kamis.

Koordinasi Lintas Instansi Jadi Tahap Awal

Rahmad menjelaskan tahap yang berjalan saat ini masih sebatas koordinasi. Pemkot Palu menggandeng instansi vertikal, termasuk balai-balai wilayah, untuk menyiapkan pengembangan kawasan secara menyeluruh.

Koordinasi internal antar-OPD juga dilakukan, terutama untuk menyiapkan dukungan pelaksanaan anggaran. "Yang saat ini dilakukan baru melakukan koordinasi dengan instansi vertikal, termasuk balai-balai wilayah, kemudian koordinasi di internal antar-OPD untuk bagaimana kita mempersiapkan secara keseluruhan," ujarnya.

UMKM Wisata Jadi Motor Pertumbuhan Kawasan

Kawasan di sekitar jalan layang diarahkan menjadi ruang pertumbuhan ekonomi yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Salah satu kegiatan yang disiapkan adalah pengembangan UMKM berbasis wisata.

"Harapan atau rencana dari Pemerintah Kota Palu bahwa kawasan itu menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi yang bisa dimanfaatkan," kata Rahmad.

Konsep tersebut disebut sebagai gambaran nyata visi Kota Palu sebagai kota tangguh, berkelanjutan, dan berdaya saing. Pemkot Palu ingin memadukan aksesibilitas, estetika kota, ketangguhan bencana, dan ekonomi kreatif masyarakat dalam satu kawasan.

Mitigasi Bencana Masuk Pertimbangan Pembangunan

Wilayah sekitar elevated road termasuk zona dengan potensi kerawanan bencana. Pemkot Palu menyatakan aspek keamanan menjadi pertimbangan utama dalam perencanaan kawasan.

Pembangunan yang nanti dilaksanakan akan mempertimbangkan mitigasi bencana bersamaan dengan pembangunan ekonomi dan infrastruktur. "Iya, tentu pembangunan yang nanti akan dilaksanakan juga akan mempertimbangkan mitigasi. Kita akan mempertimbangkan semua aspek," ujar Rahmad.

Target Bertahap: Berjalan 2027, Tumbuh 2028-2029

Pemerintah menargetkan pengembangan kawasan tersebut mulai berjalan hingga 2027. Pada 2028-2029, kawasan diharapkan mulai tumbuh dan dapat dimanfaatkan sesuai perencanaan strategis Pemkot Palu.

Sejumlah wilayah yang masuk cakupan pengembangan meliputi Silae, Lere, Besusu, dan Talise. Keempatnya disingkat Silabeta dan menjadi fokus utama penataan kawasan jalan layang Palu.

Follow sultengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks