Pencarian

Wamenkes Minta Pemprov Sulteng Perketat Pengawasan SPPG Usai Ada Kasus Keracunan, Ini Instruksinya

Minggu, 23 Agustus 2026 • 15:21:01 WIB
Wamenkes Minta Pemprov Sulteng Perketat Pengawasan SPPG Usai Ada Kasus Keracunan, Ini Instruksinya
Wamenkes Benjamin meninjau langsung pengawasan SPPG di Palu, Sabtu (15/2).

PALU — Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menekankan pentingnya pengawasan langsung ke lapangan untuk memastikan makanan yang disajikan SPPG memenuhi standar keamanan pangan. Ia meminta Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dan Rektor Universitas Tadulako untuk aktif memantau kondisi SPPG di wilayah masing-masing.

"Tolong Ibu Wakil Gubernur, Pak Rektor juga kalau ada SPPG tidak benar, tolong didatangi, kontrol. Benar tidak itu makanannya. Jangan sampai lagi terjadi keracunan yang tidak perlu karena cara masaknya tidak benar, tidak sesuai standar," kata Benjamin di Palu, Sabtu.

Pentingnya Peran Ahli Gizi dan Kesehatan Lingkungan

Menurut Benjamin, pengawasan SPPG tidak bisa hanya mengandalkan pemeriksaan visual. Diperlukan tenaga ahli yang kompeten untuk memastikan proses pengolahan makanan higienis dan bernutrisi. Kementerian Kesehatan sebelumnya telah mengusulkan agar setiap SPPG tidak hanya memiliki ahli gizi, tetapi juga melibatkan ahli kesehatan lingkungan.

"Ternyata ahli kesehatan lingkungan di Indonesia sangat sedikit saat kita membutuhkan," ujarnya.

Kampus Diminta Perbanyak Lulusan Gizi dan Kesehatan Lingkungan

Kekurangan tenaga ahli ini mendorong Kementerian Kesehatan meminta perguruan tinggi, termasuk Universitas Tadulako, untuk menambah kuota mahasiswa di bidang gizi dan kesehatan lingkungan. Benjamin menilai keterlibatan kampus dalam program MBG tidak hanya melalui penyediaan SDM, tetapi juga edukasi kepada masyarakat tentang keamanan pangan.

"Melalui kesempatan ini, tolong kampus di sini agar membentuk ahli gizi, ahli kesehatan lingkungan, tolong jumlah mahasiswanya ditambah. Karena dibutuhkan sekali," tegasnya.

Pemprov dan Dinas Kesehatan Diminta Awasi Program MBG

Benjamin juga meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Kesehatan, serta pemerintah kabupaten/kota untuk terus melakukan pengawasan program MBG agar berjalan sesuai standar yang ditetapkan. Hal ini penting untuk memastikan program prioritas nasional tersebut tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.

Kegiatan yang sama juga menjadi momentum peluncuran program Berani Magaya (Berantas Infeksi TB, Mahasiswa JaGa dan SaYAng Keluarga) oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako.

Follow sultengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks