Pencarian

Pemprov Sulteng Gandeng 7 Perguruan Tinggi Berantas TBC, Target 3 Tahun Bebas Tuberkulosis

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 15:43:32 WIB
Pemprov Sulteng Gandeng 7 Perguruan Tinggi Berantas TBC, Target 3 Tahun Bebas Tuberkulosis
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid meluncurkan program 'Berani Magaya' di Kota Palu, Sabtu.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah resmi meluncurkan program 'Berani Magaya' untuk memberantas tuberkulosis (TB) dengan menggandeng tujuh perguruan tinggi negeri dan swasta di wilayah tersebut. Gubernur Sulteng Anwar Hafid menargetkan provinsi ini bebas dari penyakit menular itu dalam kurun waktu tiga tahun ke depan. Peluncuran program ini berlangsung di Kota Palu dan dihadiri langsung oleh tiga wakil menteri.

PALU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengerahkan kekuatan akademisi untuk memutus rantai penularan tuberkulosis (TB). Melalui program kolaboratif bertajuk 'Berani Magaya', tujuh perguruan tinggi negeri dan swasta dilibatkan secara langsung dalam penanganan penyakit menular tersebut.

"Penanganan TB harus dilakukan secara bersama-sama, sinergi dan kolaboratif," kata Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid saat meluncurkan program di Kota Palu, Sabtu.

Target Bebas TB dalam 3 Tahun

Anwar menegaskan komitmennya untuk menjadikan Sulawesi Tengah bebas dari tuberkulosis. Target ambisius tersebut diyakini dapat tercapai apabila seluruh pemangku kepentingan bergerak secara bersamaan.

"Harapannya melalui program Berani Magaya dapat mengatasi penyakit tuberkulosis dan segera kita lakukan serta kita berkomitmen bahwa dalam 3 tahun ke depan Sulteng bebas TB," ucapnya.

Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, tidak hanya dengan perguruan tinggi, tetapi juga seluruh kepala daerah di 13 kabupaten/kota se-Sulteng.

Kesenjangan Penemuan Kasus Masih Tinggi

Keterlibatan kampus dinilai krusial lantaran data pemerintah pusat menunjukkan masih adanya kesenjangan besar dalam penemuan kasus TB di tengah masyarakat. Angka temuan kasus antarwilayah pun timpang.

Kota Palu mencatatkan capaian tertinggi dengan 1.075 kasus. Di posisi berikutnya, Kabupaten Parigi Moutong menemukan 546 kasus dan Kabupaten Banggai 510 kasus. Adapun sepuluh daerah lainnya masih berada di bawah angka 500 kasus.

Peran Kampus dan Unit Layanan Kesehatan

Sebanyak tujuh institusi pendidikan yang diajak bekerja sama adalah Universitas Tadulako, Universitas Alkhairat, Universitas Tompotika Luwuk, Universitas Muhammadiyah Palu, Universitas Widya Nusantara, Poltekkes, dan STIK Indonesia Jaya.

Kolaborasi ini juga melibatkan unit layanan kesehatan seperti RS Untad, Lab Kesda Sulteng, puskesmas, serta pemerintah daerah. Dengan sinergi ini, diharapkan deteksi dini dan pengobatan TB dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Peluncuran program 'Berani Magaya' turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan, serta Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus.

Follow sultengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks