JAKARTA — Kepastian mundurnya Jafar/Felisha membuat Indonesia hanya menyisakan dua wakil ganda campuran pada ajang paling bergengsi tahun ini. Keduanya adalah Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemain maupun PP PBSI mengenai alasan di balik pengunduran diri tersebut. Namun, catatan cedera yang dialami Felisha sejak sesi latihan menjadi konteks yang tak bisa diabaikan.
Cedera Felisha Jadi Biang Keladi Absen Beruntun
Cedera pergelangan kaki yang dialami Felisha saat menjalani latihan menjadi awal dari rentetan absennya pasangan ini. Kondisi itu membuat Felisha dinyatakan belum siap tampil di Japan Open, dan kondisinya belum pulih saat rangkaian turnamen berlanjut ke China Open.
Meski demikian, belum diketahui secara pasti apakah cedera tersebut berkaitan langsung dengan keputusan mundur dari Kejuaraan Dunia BWF 2026. Yang jelas, ini menjadi pukulan kedua bagi sektor ganda campuran Indonesia setelah sebelumnya pasangan ini juga menepi dari dua turnamen bergengsi di Asia Timur.
Kursi Jafar/Felisha Tak Otomatis Diisi Dejan/Bernadine
Mundurnya Jafar/Felisha sejatinya membuka peluang bagi pasangan cadangan Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana untuk naik ke daftar utama. Namun, berdasarkan pembaruan BWF, promosi untuk Dejan/Bernadine justru tercatat ditolak pada 29 Juli. Belum ada penjelasan resmi mengenai alasan kesempatan tersebut tidak diambil.
Keputusan ini tak lepas dari dinamika internal pelatnas. Dejan dan Bernadine kini telah memiliki pasangan baru masing-masing. Dejan dipasangkan dengan Apriyani Rahayu, sedangkan Bernadine berduet dengan Verrell Yustin Mulia.
Dejan/Apriyani bahkan sudah menjalani debut pada Taipei Open 2026 pekan ini. Namun, langkah mereka langsung terhenti di babak pertama setelah kalah 19-21, 19-21 dari pasangan Jepang Haruki Kawabe/Kokona Ishikawa.
PBSI Rombak Total Sektor Ganda Campuran
Perubahan pasangan ini merupakan bagian dari penataan ulang skuad ganda campuran yang dilakukan PP PBSI. Program Dejan/Apriyani akan dievaluasi setelah mereka mengikuti enam turnamen internasional.
Di tengah proses tersebut, PP PBSI juga mengakhiri kerja sama dengan Kepala Pelatih Ganda Campuran Rionny Mainaky dan Asisten Pelatih Amon Sunaryo. Sembari menunggu penunjukan pengganti, PBSI menjalankan program penggabungan latihan sektor utama dan pratama.
“Pergantian pelatih bukan semata-mata melihat hasil pertandingan dalam jangka pendek. Kami melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap proses pembinaan, mulai dari perkembangan atlet, efektivitas program latihan, dinamika pasangan, hingga kesiapan sektor ini menghadapi target-target besar ke depan,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian dalam keterangan resmi, Kamis (30/7).
Pelatih Baru Diumumkan Agustus, Dua Pasangan Jadi Andalan
PBSI saat ini masih menyeleksi kandidat kepala pelatih ganda campuran. Pengumuman pelatih baru dijadwalkan pada Agustus, bertepatan dengan persiapan menuju Kejuaraan Dunia.
Dengan komposisi yang ada, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata menjadi dua pasangan yang akan membawa nama Indonesia di New Delhi. Keduanya diharapkan mampu menjaga peluang Indonesia di tengah proses transisi yang sedang berlangsung di tubuh PBSI.