AMPANA — Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu, memimpin langsung proses evakuasi 11 wisatawan mancanegara yang selamat dari kecelakaan speedboat di Teluk Tomini. Para korban dievakuasi menggunakan kapal penyelamat KN SAR Bhisma milik Basarnas Palu dari Pulau Una-Una menuju Ampana.
Enam Wisatawan Kehilangan Dokumen dan Bagasi
Setibanya di Ampana, kesebelas WNA tersebut menjalani pemeriksaan dan tindakan medis lanjutan di RSUD Ampana. Pemerintah Daerah Kabupaten Touna menanggung seluruh biaya akomodasi, konsumsi, hingga penyediaan armada transportasi khusus untuk mengantar para korban ke Kantor Imigrasi Luwuk.
Dalam proses pendataan, terungkap bahwa enam dari sebelas wisatawan asing itu kehilangan seluruh dokumen perjalanan dan bagasi pribadi akibat tenggelamnya speedboat. Hingga kini, para WNA masih berada di Luwuk untuk mengurus penerbitan dokumen keimigrasian baru dengan pendampingan pejabat Pemda Touna.
Instruksi Bupati: Kawal Ketat hingga ke Imigrasi
Kepala Dinas Pariwisata Touna, Asrin Soga, menjelaskan bahwa langkah pengawalan ketat ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Ilham Lawidu. “Sesuai instruksi Bapak Bupati, seluruh WNA tersebut dikawal langsung dan diserahkan ke Kantor Imigrasi pada Senin pagi pukul 10.00 WITA,” ujar Asrin di ruang kerjanya, Selasa (28/7/2026).
Proses penyerahan di Ampana turut dihadiri jajaran Dinas Pariwisata Touna, BPBD Touna, unsur Basarnas, perwakilan Sekretariat Daerah Touna, serta petugas Imigrasi Luwuk.
Evaluasi SOP Resort: Keselamatan Jadi Prioritas
Menyusul insiden tersebut, Dinas Pariwisata Touna berencana memanggil seluruh pengelola resort dan penyedia jasa pariwisata bahari. Rapat evaluasi besar-besaran akan digelar untuk mengkaji ulang Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan wisata laut.
“Tentu dengan kejadian ini, kami di Dinas Pariwisata akan melakukan rapat dengan instansi terkait agar ke depan tidak ada lagi kejadian yang dialami oleh wisman. Apalagi sistem layanan antar-jemput semuanya harus satu pintu sesuai SOP, sehingga semua resort harus lebih mengedepankan keselamatan,” tegas Asrin.
Kecelakaan speedboat di Teluk Tomini yang nyaris merenggut nyawa para pelancong asing ini menjadi alarm bagi pengelola pariwisata di kawasan tersebut. Pemda Touna memastikan akan memperketat pengawasan terhadap operator wisata bahari di wilayahnya.